Menuju konten utama

KDM akan Bikin Program Periksaan Kesehatan Menyeluruh bagi Catin

KDM bilang pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi catin, pernah jadi kebijakan yang diterapkan olehnya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

KDM akan Bikin Program Periksaan Kesehatan Menyeluruh bagi Catin
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kegiatan Melepas Penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (11/3/2025). (Dini Putri Rahmayanti/Tirto.id)

tirto.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, akan menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi calon pengantin (catin). Pemeriksaan ini bertujuan untuk melindungi generasi mendatang dari penyakit bawaan dan genetik sejak dini.

“Sebaiknya pasangan sebelum mau menikah melakukan pemeriksaan kesehatan paripurna biar diketahui penyakit yang dimilikinya,” lontar Dedi Mulyadi pada wartawan di RS Hasan Sadikin, Selasa (10/6/2025).

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mencontohkan kasus penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Menurutnya, penularan terjadi akibat tidak ada keterbukaan dari catin sebelum menikah. Sehingga, setelah menikah, anak yang lahir ikut tertular HIV dari orang tua.

"Kasusnya adalah HIV. Banyak yang sebelum menikah tidak terbuka. Setelah menikah dan punya anak, anaknya ternyata terkena HIV. Ini sangat disayangkan," tuturnya.

KDM pun membeberkan bahwa pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi catin, pernah jadi kebijakan yang diterapkan olehnya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Maka dia berencana untuk menerapkan kebijakan serupa di seluruh Jabar.

"Nanti kita ingin Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan itu. Tinggal kita susun formulanya. Untuk masyarakat miskin, pemeriksaan kesehatannya akan digratiskan," sebutnya.

Sebelumnya, KDM juga telah membuka akses layanan darurat kesehatan untuk seluruh Jawa Barat yang bersifat unlimited atau tanpa batas. Akses layanan tersebut telah disebarkan di akun media sosial miliknya.

“Kita juga sudah mengumumkan nomor hape darurat kesehatan di media sosial saya. Warga bisa menghubungi jika menghadapi situasi darurat, tidak terbatas, karena negara bertanggung jawab atas kesehatan warganya,” jelasnya.

KDM turut membeberkan pendanaan program dapat menggunakan berbagai skema, mulai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumbangan pribadi.

“Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait PEMERIKSAAN atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Siti Fatimah