tirto.id - Operasi Ketupat 2026 digelar dalam rangka menjelang hari raya Idul Fitri, termasuk pengamanan arus mudik dan balik. Lantas, kapan Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan? Cek waktu dan tanggalnya secara lengkap.
Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan mulai pekan kedua bulan Maret hingga pasca lebaran selama 13 hari. Operasi tersebut rutin digelar saban tahun untuk memastikan Idul Fitri 2026 dan mudik berjalan lancar.
“Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat itu adalah Polri hadir untuk menjaga momentum sosial dan momentum spiritual, memastikan bahwa rangkaian bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, hingga mudik dan balik itu harus aman. Operasi Ketupat itu adalah operasi kemanusiaan, jadi keselamatan itu yang paling utama,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho, dikutip dari laman Korlantas Polri, Rabu (4/2/2026).
Guna menyukseskan agenda Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Polri mengerahkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari 89.228 ribu personel dan 72.051 personel gabungan.
Pengamanan akan difokuskan pada 185.608 objek, meliputi masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata.
Jadwal Lengkap Operasi Ketupat 2026
Pemerintah baru akan menetapkan Idul Fitri 2026 melalui sidang isbat yang akan digelar pada 19 Maret 2026 mendatang. Meski begitu, perkiraan tanggal Idul Fitri 2026 dapat diketahui melalui kalender nasional. Berdasarkan kalender 2026, Idul Fitri diperkirakan berlangsung pada Sabtu-Minggu, 21-22 Maret 2026.
Guna mengamankan lalu lintas selama libur Lebaran 2026, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026. Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13-26 Maret 2026.
Agenda tersebut digelar di seluruh Indonesia untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama libur Lebaran 2026. Selain itu, Operasi Ketupat 2026 juga bertujuan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas masa libur lebaran, khususnya di simpul-simpul kemacetan.
Korlantas Polri berencana membuka 1.624 posko pengamanan, 779 posko layanan, 343 posko terpadu, dan 2.746 posko unit. Adapun beberapa objek pengamanan yang telah ditentukan yaitu jalan tol, arteri utama, dan alternatif. Kemudian, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Selanjutnya masjid, tempat ibadah, pusat perbelanjaan dan lokasi wisata.
Berdasarkan analisis Polri, puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terbagi ke dalam dua gelombang lantaran beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret, sementara gelombang kedua diramalkan jatuh pada 18-19 Maret 2026.
Kemudian, puncak arus balik gelombang pertama juga diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret 2026. Sementara, arus mudik gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026.
Berdasarkan data survei Nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan Kemenhub 2026, 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik. Dari jumlah tersebut, pergerakan terbesar diprediksi dari Jawa Barat. Sementara, kota tujuan paling banyak adalah Jawa Tengah.
Menurut pengamatan Kemenhub, puncak arus mudik lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Maret 2026. Kemnhub memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 lebaran dengan 259 ribu kendaraan.
Berikut jadwal lengkap Operasi Ketupat 2026 yang dapat menjadi acuan masyarakat:
- Jadwal Operasi Ketupat 2026: 13-26 Maret 2026
- Jumlah personel: 161.243 personel gabungan
- Titik pengamanan: 185.608 objek.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id


































