tirto.id - Kapan perkiraan puncak arus mudik lebaran 2026 dan tanggal berapa? Sejumlah masyarakat telah mempersiapkan diri untuk melakukan mudik lebaran ke kampung halaman. Cek tanggal dan ulasan lengkap.
Berdasarkan data survei Nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan Kemenhub 2026 yang diterbitkan Antaranews pada Sabtu (28/2), 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik.
Dari jumlah tersebut, pergerakan terbesar diprediksi dari Jawa Barat. Sementara, kota tujuan paling banyak adalaj Jawa Tengah. Menurut pengamatan Kemenhub, puncak arus mudik lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Maret 2026.
Guna mengantisipasi pergerakan arus mudik, pemerintah telah memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, rekayasa lalu lintas berupa contraflow, dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.
Perkiraan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Kemnhub memprediksi puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 lebaran dengan 259 ribu kendaraan. Guna menyiapkan puncak arus balik tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggelar koordinasi dengan berbagai kepala daerah untuk memastikan kelancaran mudik.
Di antaranya dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung salah satu daerah dengan mobilitas tertinggi secara nasional. Sesuai Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama H-10 hingga H+11 diperkirakan mencapai 3,67 juta kendaraan.
Sementara arus masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa selama periode yang sama diproyeksikan mencapai 3,54 juta kendaraan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan 285 ribu kendaraan.
Dudy Purwagandhi juga bersinergi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Berdasarkan survei BTK, Sulsel merupakan salah satu provinsi asal dan tujuan favorit pemudik. Sulsel juga menjadi gerbang utama menuju Indonesia Bagian Timur.
“Sulawesi Selatan memiliki peran yang sangat strategis sebagai gerbang utama Indonesia Bagian Timur. Sebagai wilayah yang memiliki peran kunci dalam sistem transportasi nasional, diperlukan kesiapan, kolaborasi, dan kesamaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Menhub Dudy, dikutip dari laman Kemenhub, Jumat (27/2).
Dalam survei BKT, Sulsel menjadi daerah asal terbesar keenam dengan perkiraan jumlah orang bergerak sebanyak 2,7 persen atau 3.92 juta orang. Sedangkan sebagai provinsi tujuan, Sulsel termasuk pada lima besar dengan jumlah orang bergerak menuju Sulsel mencapai 3,40 persen atau 5,36 juta orang.
Bandara Sultan Hasanuddin termasuk dalam lima besar bandara asal dan tujuan terpadat. Diperkirakan 10,20 persen atau 508,27 ribu orang akan melakukan keberangkatan dari Bandara Sultan Hasanuddin selama periode mudik. Sedangkan 12,60 persen atau 627.86 ribu orang diperkirakan akan menjadikan Bandara Hasanuddin sebagai tujuan.
Sementara itu, Pelabuhan Soekarno-Hatta-menjadi pelabuhan laut asal dan tujuan terpadat kedua secara nasional. Diperkirakan sebanyak 14,50 persen atau 134,28 ribu orang akan melakukan keberangkatan dari simpul transportasi tersebut, dan 16,30 persen atau 150,59 ribu penumpang akan menuju lokasi tersebut.
Berikut rincian puncak arus mudik dan pergerakan pemudik lebaran 2026 menurut survei BKT Kemenhub:
Puncak Arus Mudik
- Rabu, 18 Maret 2026
- Jawa Tengah: 38,71 persen
- Jawa Barat: 30,97 dan 25,09 persen
- Jawa Timur: 17,12 dan 27,29 persen
- DKI Jakarta: 19,93 persen
- Mobil pribadi: 76,24 persen
- Sepeda motor: 24,08 persen
- Bus: 23,34 persen
- Stasiun Pasar Senen, Jakarta: 2,38 persen
- Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang: 2,13 persen
- Terminal Pulo Gebang, Jakarta: 2,31 persen
- Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta: 0,21 persen
- Stasiun Tugu, Yogyakarta: 0,87 persen
- Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang:1,05 persen
- Terminal Tirtonadi, Solo: 1,44 persen
- Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya: 0,16 persen
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id







































