Menuju konten utama

Kapan Ada Supermoon Lagi di Indonesia? Cek Jadwalnya Tahun 2025

Supermoon akan kembali menghiasi langit Indonesia pada Oktober-Desember 2025. Simak jadwal lengkap dan cara amannya menikmati fenomena langka ini.

Kapan Ada Supermoon Lagi di Indonesia? Cek Jadwalnya Tahun 2025
Fenomena bulan purnama super atau supermoon terlihat dari Alun-alun Tugu Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (18/9/2024). Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bulan berada di jarak terdekat dari bumi atau perigee yakni sekitar 357.286 kilometer dan bisa berdampak pada intensitas pasang air laut. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Supermoon adalah fenomena ketika Bulan purnama berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbit elips, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dibanding biasanya.

Peristiwa ini terjadi karena orbit Bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips, yang menyebabkan jarak Bulan dari Bumi berubah sepanjang waktu. Ketika fase purnama bertepatan dengan posisi terdekat Bulan, dikenal sebagai perigee, terjadilah Supermoon.

Meski bukan peristiwa langka, Supermoon juga tidak muncul setiap bulan. Dalam satu tahun, umumnya terdapat tiga hingga empat Supermoon yang terjadi berurutan, karena fase purnama dan posisi perigee hanya bertepatan beberapa kali dalam siklus orbit Bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari.

Setiap kemunculannya menghadirkan pemandangan langit malam yang menakjubkan, dengan cahaya Bulan sekitar 14 persen lebih terang dan ukuran tampak sekitar 7 persen lebih besar dari purnama biasa.

Walau kerap dikaitkan dengan peristiwa alam ekstrem seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi, para ahli menegaskan bahwa Supermoon tidak memicu bencana alam. Pengaruh utamanya hanya terlihat pada pasang surut air laut, yang cenderung sedikit lebih tinggi dari biasanya.

Selebihnya, fenomena ini menjadi momen menarik bagi pengamat langit dan masyarakat umum untuk menikmati keindahan alam semesta, terutama saat langit cerah dan bebas polusi cahaya.

Jadwal Supermoon di Indonesia 2025

Fenomena Supermoon di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada 7 Oktober, 5 November, dan 4 Desember 2025.

Supermoon pertama tahun tersebut akan berlangsung pada Selasa, 7 Oktober 2025, pukul 10.47 WIB, ketika Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi, yaitu sekitar 361.458 kilometer.

Pada momen tersebut, Bulan akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa karena berada di titik perigee dalam orbit elipsnya mengelilingi Bumi.

Menurut laporan BMKG dan penjelasan Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, fenomena ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Dampak paling nyata dari Supermoon adalah peningkatan pasang maksimum air laut akibat kombinasi gaya gravitasi Bulan dan Matahari.

Meskipun aman untuk diamati, masyarakat pesisir diimbau tetap mewaspadai potensi dampaknya terhadap aktivitas pelabuhan, tambak garam, dan perikanan darat.

BMKG juga mengingatkan bahwa periode 5-16 Oktober 2025 berpotensi memicu banjir pesisir (rob) di sejumlah daerah. Wilayah yang berisiko antara lain pesisir Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Untuk kawasan pesisir Jakarta, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 9-14 Oktober 2025, khususnya di Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, dan Tanjung Priok.

Fenomena Supermoon pada Oktober juga bertepatan dengan Hunter Moon, yakni purnama yang muncul setelah Harvest Moon dan dikenal dalam tradisi agraris Eropa-Amerika sebagai waktu terbaik untuk berburu.

Di Indonesia, waktu paling ideal untuk menyaksikan Supermoon sekaligus Hunter Moon adalah malam 6 hingga 7 Oktober 2025, ketika Bulan mulai terbit di ufuk timur setelah matahari terbenam. Masyarakat disarankan menikmati keindahan langit malam ini sambil memperhatikan imbauan resmi BMKG terkait kondisi cuaca maritim dan potensi kenaikan muka air laut.

Baca juga artikel terkait FENOMENA ASTRONOMI atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra