tirto.id - Kanada dan Cina menyetujui kesepakatan perdagangan awal yang akan membuka akses pasar, termasuk memangkas tarif impor kendaraan listrik (EV) dari Cina menjadi 6,1 persen.
Kesepakatan ini ditandatangani dalam kunjungan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ke Beijing, sekaligus menandai upaya membangun hubungan strategis baru setelah berbulan-bulan diplomasi.
Sebagai pemimpin Kanada pertama yang berkunjung sejak 2017, Carney berupaya memperbaiki hubungan dengan mitra dagang terbesar kedua negara tersebut. Kesepakatan ini juga mencakup komoditas pertanian dan komitmen kedua negara untuk mengurangi hambatan perdagangan.
Berdasarkan ketentuan yang disepakati, kuota awal impor EV buatan Cina ditetapkan hingga 49.000 unit dengan tarif 6,1 persen. Angka ini merupakan penurunan drastis dari tarif 100 persen yang diberlakukan pada era mantan Perdana Menteri Justin Trudeau pada tahun 2024. Pada 2023, ekspor EV Cina ke Kanada tercatat sebanyak 41.678 unit.
Perdana Menteri Carney menyatakan bahwa langkah ini mengembalikan kondisi pada tingkat sebelum gesekan dagang.
“Ini kembali ke tingkat sebelum gesekan perdagangan baru-baru ini, tetapi di bawah kesepakatan yang menjanjikan lebih banyak manfaat bagi warga Kanada," ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu (7/1/2026).
Ia menambahkan bahwa kuota impor tersebut akan ditingkatkan secara bertahap, mencapai sekitar 70.000 kendaraan dalam lima tahun ke depan.
Carney pun menegaskan pentingnya kerja sama dengan mitra inovatif untuk membangun industri EV domestik yang kompetitif. "Agar Kanada dapat membangun sektor kendaraan listrik (EV) yang kompetitif, kita perlu belajar dari mitra-mitra inovatif, mengakses rantai pasokan mereka, dan meningkatkan permintaan lokal," katanya.
Pernyataan ini menolak argumen pemerintahan sebelumnya yang menganggap tarif tinggi diperlukan untuk melindungi produsen dalam negeri.
Kebijakan Kanada ini berbeda dengan pendekatan proteksionis yang diambil Amerika Serikat (AS). Beberapa pejabat dalam kabinet Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengkritik keputusan Ottawa tersebut, terlebih menjelang peninjauan ulang perjanjian perdagangan AS-Kanada-Meksiko.
Namun, secara mengejutkan, Presiden Trump justru menyatakan dukungan pribadi bagi Carney. "Itulah yang seharusnya dia lakukan. Merupakan hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan. Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Cina, Anda harus melakukannya," kata Trump kepada pers di Gedung Putih.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































