Menuju konten utama

Kalah Bersaing, Yum! Brands Jual Pizza Hut Rp47,9 Triliun

Yum! Brands Inc., sepakat menjual bisnis Pizza Hut senilai 2,7 miliar dolar AS usai hadapi tekanan penjualan dan persaingan yang semakin ketat.

Kalah Bersaing, Yum! Brands Jual Pizza Hut Rp47,9 Triliun
Ilustrasi Pizza Hut FOTO/Pizza Hut
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemilik jaringan restoran cepat saji Pizza Hut, Yum! Brands Inc., sepakat menjual bisnis Pizza Hut senilai 2,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp47,9 triliun (kurs Rp17.730 per dolar AS). Langkah tersebut diambil setelah jaringan restoran pizza yang telah berdiri lebih dari enam dekade itu menghadapi tekanan penjualan dan persaingan yang semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam transaksi tersebut, bisnis Pizza Hut global di luar pasar China akan diakuisisi oleh LongRange Capital dengan nilai sekitar 1,5 miliar dolar ASatau sekitar Rp26,6 triliun. Sementara operasional Pizza Hut di China akan dibeli oleh Yum China Holdings senilai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp21,3 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Yum! Brands Chris Turner mengatakan Pizza Hut dinilai memiliki peluang untuk berkembang di bawah kepemilikan baru yang memiliki pengalaman mendalam di industri restoran.

“Di bawah LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan kepemilikan yang memiliki keahlian mendalam di industri restoran,” kata Turner dalam pernyataan perusahaan.

Yum! Brands pertama kali mengungkap rencana penjajakan penjualan Pizza Hut pada November 2025 setelah jaringan restoran tersebut mencatat beberapa kuartal penurunan penjualan gerai sejenis (same-store sales) di Amerika Serikat.

Pasar Amerika Serikat memiliki arti penting bagi Pizza Hut karena menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan internasional perusahaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kinerja Pizza Hut terus tertekan akibat meningkatnya persaingan dari sejumlah rival seperti Domino’s Pizza, Papa John’s, dan Little Caesars.

Di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung, para pesaing tersebut agresif menawarkan promosi dan diskon untuk menarik konsumen yang semakin sensitif terhadap harga.

Persaingan juga datang dari jaringan restoran regional berukuran menengah yang dinilai lebih cepat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dalam industri yang kerap disebut sebagai “pizza wars”. Selain itu, pertumbuhan pesat platform pesan-antar pihak ketiga turut memperluas pilihan konsumen dan mengikis dominasi Pizza Hut yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pemain utama pasar pizza global.

Pizza Hut didirikan pada 1958 oleh dua bersaudara di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Merek tersebut kemudian diakuisisi PepsiCo pada 1977 sebelum dipisahkan ke dalam perusahaan yang kemudian menjadi Yum! Brands pada 1997.

“Pizza Hut adalah salah satu merek restoran paling ikonik di dunia dan kami bangga atas peran penting yang dimainkan merek ini dalam sejarah Yum!,” ujar Turner.

Sebelumnya, Yum! juga mengambil alih operasional Pizza Hut di Inggris pada Oktober tahun lalu setelah DC London Pie, operator restoran makan di tempat (dine-in), mengalami kebangkrutan. Krisis tersebut sempat menyebabkan penutupan 68 gerai dan menempatkan lebih dari 1.200 pekerja dalam risiko kehilangan pekerjaan, meski 64 gerai akhirnya dapat diselamatkan melalui kesepakatan restrukturisasi.

Melalui pelepasan Pizza Hut, Yum! Brands berupaya menyederhanakan fokus bisnis dan mengalokasikan sumber daya kepada merek inti lainnya, termasuk KFC dan Taco Bell. Transaksi dengan LongRange Capital dan Yum China dijadwalkan rampung pada kuartal III/2026 setelah memperoleh persetujuan regulator.

Baca juga artikel terkait PIZZA HUT atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana