Menuju konten utama

Kadishub DKI Syafrin Liputo Jadi Calon Wali Kota Jaksel

Syafrin mengikuti uji kelayakan dan kepatuhan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta pada Selasa (14/4/2026).

Kadishub DKI Syafrin Liputo Jadi Calon Wali Kota Jaksel
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memberikan keterangan pers kepada para awak media di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025). tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjadi calon Walikota Jakarta Selatan. Hal tersebut terungkap setelah Syafrin mengikuti uji kelayakan dan kepatuhan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta pada Selasa (14/4/2026).

Rapimgab tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Khoirudin, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Ima Mahdiah dan Basri Baco, serta Ketua Komisi A, Inggard Joshua.

Dalam kesempatan tersebut, Khoirudin meminta Syafrin menyiapkan strategi khusus menghadapi hambatan birokrasi, terutama terkait masalah ego sektoral di tingkat Suku Dinas (Sudin) di Jakarta Selatan.

“Bagaimana cara Pak Syafrin menangani paradoks tadi di tengah kenyataan ego sektoral masing-masing Sudin?” tanya Khoirudin dalam Rapimgab, dikutip dari portal berita resmi DPRD DKI, Selasa.

“Biasanya Sudin itu loyalnya ke kepala dinas. Sementara Pak Syafrin adalah pimpinan wilayah. Apakah bisa kerja cepat dengan situasi birokrasi seperti itu?” sambungnya.

Pengendalian aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Jakarta Selatan juga menjadi satu sorotan Khoirudin. Pasalnya, wilayah Jakarta Selatan mencakup 10 kecamatan dan 67 kelurahan, sehingga ketegasan dalam memimpin ribuan ASN sangat dibutuhkan.

“Saya ingin Pak Syafrin punya kemampuan pengendalian yang baik agar semua bekerja maksimal,” kata Khoirudin.

Berbeda dengan Khoirudin, Ima Mahdiah menyoroti perbedaan kecepatan penanganan masalah antara Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Sebab, penyelesaian masalah fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di wilayah Jakarta Selatan kerap tak terselesaikan.

“Di Jakarta Barat enam bulan selesai. Di Jakarta Selatan bisa dua tahun belum beres. Padahal, usulan penyerahan Fasos-Fasum itu sangat penting bagi warga,” tegasnya.

Ima berharap, kehadiran Syafrin di kursi walikota Jakarta Selatan dapat memutus rantai birokrasi yang lamban. Dengan begitu, setiap permasalahan yang muncul di masyarakat segera terselesaikan, tanpa tertunda.

Sementara itu, Basri Baco mengimbau Syafrin agar meninggalkan kebiasaan atau budaya ‘peta konflik’ bila menjadi walikota Jakarta Selatan.

"Saya berani ngomong begini karena bukan satu-dua kali saya mengalami, menghadapi, atau menerima aduan terkait itu,” tegas Baco.

Inggard Joshua turut mencecar Syafrin dengan menegaskan bahwa memimpin sebuah wilayah sangat berbeda dengan memimpin dinas teknis seperti Dishub.

“Kalau kemarin Pak Syafrin sebagai kepala dinas, sekarang Pak Syafrin yang mengorganisir di wilayah, mampu enggak? Walaupun dengan bobot dan kualitas Pak Syafrin saya lihat cukup solid, tapi bapak belum pernah menjadi pamong, kan?” ujar Inggard.

Baca juga artikel terkait JAKARTA SELATAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana