tirto.id - Iran mengeksekusi mati seorang pria yang menjadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad, pada Rabu (7/1/2026). Hal ini dilaporkan kantor berita resmi pemerintah Iran, IRNA, yang mengidentifikasi pelaku sebagai Ali Ardestani.
Ali telah mengaku bekerja sama dengan agen Mossad dan berharap menerima hadiah sejumlah mata uang kripto serta visa Inggris.
Menurut laporan Xinhua yang dikutip dari media Iran, Mizan, mata-mata ini direkrut oleh Mossad melalui media sosial kemudian melakukan sejumlah misi termasuk memotret lokasi khusus dan memberikan informasi tentang individu tertentu.
IRNA tidak menjelaskan terkait waktu dan tempat penahanan Ali. Namun, kasus pria tersebut telah melalui prosedur hukum, baik di pengadilan tingkat pertama maupun Mahkamah Agung negara Iran.
“Hukuman mati terhadap Ali Ardestani atas tindak pidana spionase untuk kepentingan layanan intelijen Mossad dengan memberikan informasi sensitif negara telah dilaksanakan setelah disetujui oleh Mahkamah Agung dan melalui prosedur hukum,” kata Mizan pada Rabu seperti diberitakan Reuters.
Hukuman Mati di Iran Dikecam Organisasi HAM & Pemerintah Barat
Terlepas dari itu, eksekusi warga Iran yang dihukum karena menjadi mata-mata Israel meningkat secara signifikan pada 2025. Hal ini menyusul konfrontasi pada Juni lalu ketika pasukan Israel dan AS menyerang fasilitas nuklir Iran.
AP News menuliskan bahwa Teheran telah mengeksekusi 12 orang karena spionase semenjak perang udara tersebut.
Organisasi hak asasi manusia dan pemerintah Barat telah mengutuk penggunaan hukuman mati di Iran. Para aktivis menilai vonis tersebut dilakukan atas dasar pengakuan yang dipaksakan dalam sidang secara tertutup.
Namun, pemerintah Iran berpendapat bahwa mereka yang dieksekusi adalah agen dari intelijen musuh dan terlibat dalam aksi terorisme atau sabotase.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































