Menuju konten utama
Gearbox

Jackie Chan sang Influencer Otomotif

Kemitraan Jackie Chan dan Mitsubishi tidak lahir dari kalkulasi algoritma atau kontrak jangka pendek, tetapi dari pertemuan dua ambisi yang saling mengisi.

Jackie Chan sang Influencer Otomotif
Aktor Tiongkok Jackie Chan berpose di samping Porsche 935 milik pembalap AS Dick Barbour dan aktor AS Paul Newman yang finis kedua dalam ajang Le Mans 24 Hours tahun 1979, pada 17 Juni 2016 di Le Mans, Prancis barat, menjelang edisi ke-84 balapan ketahanan Le Mans 24 Hours. (Foto oleh JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beberapa tahun sebelum Brian O'Conner yang diperankan almarhum Paul Walker mengabadikan Nissan Skyline GT-R dalam khazanah permobilan sinema, ada sebuah unit Skyline GT-R yang sebetulnya sempat mendapatkan porsi prominen dalam sebuah film aksi. Meski begitu, Skyline GT-R yang dikendarai O'Conner dalam waralaba Fast and Furious tidaklah sama dengan Skyline GT-R yang muncul sebelumnya.

Skyline GT-R yang ditunggangi O'Connor adalah seri R34 yang diproduksi dari 1999 sampai 2002, sementara Skyline GT-R yang satu lagi merupakan seri R32 yang merupakan pendahulu dari R34—diproduksi dari 1989 sampai 1994. Perbedaan lainnya, jika Skyline GT-R R34 Brian O'Conner merupakan mobil protagonis, Skyline GT-R R32 yang dimaksud tampil sebagai antagonis.

Pada 1995, atau tujuh tahun sebelum 2 Fast 2 Furious yang memopulerkan R34, sebuah unit Nissan Skyline GT-R R32 berkelir hitam sudah muncul dalam film berjudul Thunderbolt. Dalam film tersebut, sedan berjuluk Godzilla tersebut dikendarai pria Jerman bernama Warner "Cougar" Kaugman, seorang pebalap jalanan yang juga pembunuh bayaran. Cougar, dengan Godzilla-nya, berulang kali sukses membuat Kepolisian Hong Kong kalang kabut meskipun mereka sudah dibantu oleh seorang pebalap paruh waktu bernama Chan Foh To yang diperankan Jackie Chan untuk memberantas balap liar.

Singkat cerita, Cougar berhasil dikalahkan oleh Chan dalam sebuah balapan di lintasan resmi. Dengan mengendarai Mitsubishi GTO, Chan tidak cuma beradu cepat dengan Cougar, tetapi juga harus mengerahkan segenap kemampuan mengemudinya untuk memenangi lomba demi menyelamatkan dua adiknya yang diculik sang musuh. Di akhir film, Chan sukses menangkap Cougar yang mengalami kecelakaan setelah berusaha kabur.

Sepintas, Thunderbolt terlihat seperti film aksi biasa dengan tema balap. Akan tetapi, film tersebut sesungguhnya merupakan ajang promosi bagi Mitsubishi. Dalam film itu, terdapat 21 model Mitsubishi yang ditampilkan, mulai dari minibus Mitsubishi L300, truk Mitsubishi Fuso Canter, sedan Mitsubishi Galant, sampai sportscar Mitsubishi GTO yang jadi mobil pamungkas andalan sang protagonis.

Dalam aksi-aksinya menghadapi Cougar, selain GTO, ada dua mobil lain yang digunakan oleh Jackie Chan, yaitu Mitsubishi FTO dan Mitsubishi Lancer Evo III. Dan rupanya, Thunderbolt bukanlah satu-satunya film Jackie Chan yang dijadikan ajang promosi oleh Mitsubishi. Sebab, relasi ini sejatinya sudah dimulai sejak 1984.

Mobil-Mobil di Film Jackie Chan

Hubungan antara Jackie Chan dan Mitsubishi dimulai ketika film Wheels on Meals diproduksi. Kala itu, nama Jackie Chan memang sedang naik daun dan Mitsubishi melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan pamor mereknya. Berkat kesuksesan filmnya di pasar Jepang, Jackie Chan bertemu dengan petinggi Mitsubishi dan dari pertemuan itulah kolaborasi panjang keduanya diawali.

Dalam Wheels on Meals, Mitsubishi mendapat peran sebagai "bintang keempat" bersama Jackie Chan, Sammo Hung, dan Yuen Biao. Pabrikan tersebut tampil dalam wujud sebuah truk makanan kuning cerah yang dikendarai karakter Jackie Chan bersama rekannya yang diperankan Yuen Biao. Sederhana, memang, tapi itulah titik awal dari sebuah kemitraan yang akan berlangsung lebih dari tiga dekade. Mitsubishi tidak hanya menyediakan kendaraan untuk film-film Chan, tetapi juga turut mendanai produksinya.

Pola ini kemudian berulang di hampir setiap film Jackie Chan berikutnya. Di Police Story (1985), sebuah Mitsubishi Cordia tampil menabrak perkampungan kumuh. Di Cannonball Run II (1984), Jackie Chan kembali hadir dengan Mitsubishi Starion yang dimodifikasi khusus untuk menggantikan Subaru bertenaga roket yang ia kendarai di film pertamanya, The Cannonball Run. Bahkan, dalam sekuel tersebut, karakter Jackie Chan ditulis ulang menjadi seorang insinyur Mitsubishi, seolah mempertegas bahwa ini bukan sekadar penempatan produk biasa.

Dalam hal ini, Mitsubishi tidak hanya memberikan mobil-mobil yang sudah beredar di pasaran. Jackie Chan juga mendapatkan akses ke prototipe yang belum pernah dijual ke publik, termasuk prototipe Mitsubishi 3000GT yang ia gunakan dalam film pendek City Hunter pada 1993. Mobil ini ditenagai mesin V6 twin-turbo dengan penggerak semua roda, dan mampu melaju dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 5,5 detik. Memberikan sebuah prototipe adalah tingkat kepercayaan yang jarang diberikan sebuah pabrikan kepada siapa pun, apalagi seorang aktor.

Jackie Chan

Aktor Tiongkok Jackie Chan melambaikan tangan di jalanan pada 17 Juni 2016 di Le Mans, Prancis barat, selama parade pembalap menjelang edisi ke-84 balapan ketahanan 24 Jam Le Mans. (Foto oleh JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)

Maka, ketika Thunderbolt dirilis pada 1995, film tersebut menjadi puncak dari sebuah kemitraan yang sudah matang selama lebih dari satu dekade. Thunderbolt diproduksi dengan anggaran 200 juta dolar Hong Kong, sekaligus menjadikannya salah satu film Hong Kong termahal saat itu, dan Mitsubishi tampil sebagai sponsor utama. Adegan-adegan balapannya direkam di lintasan sungguhan, termasuk Sendai Hi-Land Raceway di Jepang, dengan melibatkan pebalap-pebalap profesional.

Film Who Am I? (1998) semakin menunjukkan betapa eratnya simbiosis tersebut. Dalam film yang sebagian dialognya berbahasa Inggris ini, Jackie Chan mengandalkan Mitsubishi Lancer Evolution IV GSR untuk melarikan diri dari kejaran polisi dan penjahat melalui jalanan Amsterdam. Adegan kejar-kejaran itu begitu intens sampai beberapa unit Lancer Evo harus disiapkan karena tidak ada satu pun yang sanggup bertahan melewati seluruh adegan aksi. Bagi penggemar otomotif Asia, film inilah yang menorehkan nama Lancer Evo sebagai mobil idaman.

Sama halnya dengan di Thunderbolt, di Who Am I? mobil Mitsubishi juga menjadi senjata andalan. Di film tersebut, Lancer Evo IV ditampilkan sebagai mobil yang cerdas dan lincah, yang mampu bersembunyi di antara lalu lintas kota hanya dengan sekali manuver parkir yang presisi.

Puncak dari afeksi Mitsubishi terhadap Jackie Chan datang pada pertengahan 2000-an, ketika Mitsubishi Motorsport Ralliart memproduksi Lancer Evolution 8 edisi khusus Jackie Chan. Mobil ini hanya dibuat 50 unit dan diluncurkan pada September 2006. Dengan mesin turbocharged 2 liter, mobil ini mampu mencapai kecepatan puncak 222 km/jam dan mampu menyelesaikan putaran 22 km di Nürburgring dalam waktu 8 menit 11 detik. Tak heran jika mobil tersebut dibanderol seharga $77.000, atau sekitar Rp1,2 miliar lebih dengan kurs saat ini.

Edisi khusus Lancer Evo 8 tersebut hadir dengan desain eksterior yang mencerminkan cita rasa Jackie Chan secara langsung. Grille dan bumper dirancang sesuai keinginan sang aktor, dengan jaring berwarna kuning yang menutupi lubang udara; bukan sekadar lubang polos seperti lazimnya. Aksen karbon fiber berwarna keemasan membalut bibir bodi, side skirt, spoiler, hingga bagasi, semuanya dalam paduan warna hitam dan kuning yang khas. Interiornya pun senada. Didominasi warna hitam dengan aksen kuning di dasbor, panel AC, garnis pintu, sampai sill plate.

Jackie Chan Cup yag Unik

Kolaborasi Mitsubishi-Jackie Chan pun tidak terbatas pada dunia film, melainkan melebar ke dunia nyata. Pada tahun yang sama ketika Wheels on Meals dirilis, Mitsubishi turut mendukung penyelenggaraan Jackie Chan Cup untuk pertama kalinya, sebuah ajang balap amal yang diinisiasi oleh Jackie Chan sendiri. Kompetisi ini punya karakteristik unik di mana semua pebalapnya merupakan perempuan, sebuah gestur yang cukup progresif untuk industri film Hong Kong yang kala itu masih sangat didominasi laki-laki.

Ajang Jackie Chan Cup digelar hampir setiap tahun di Makau, tepat sebelum balapan resmi Macau Grand Prix berlangsung, dan dengan segera menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh penggemar dan media dari seluruh Asia. Mitsubishi tentu saja menyediakan semua kendaraan balap yang digunakan dalam acara tersebut. Dari sudut pandang pemasaran, ini adalah strategi yang sangat rapi. Nama Jackie Chan, sirkuit bergengsi Makau, dan logo Mitsubishi terpampang dalam satu frame yang sama.

Selain di Jackie Chan Cup, kolaborasi Jackie Chan dengan Mitsubishi juga sempat diwujudkan dalam ajang reli. Pada 2000 dan 2001, ia hadir sebagai tamu tim Mitsubishi di Reli Dakar, salah satu ajang reli lintas alam paling berat di dunia. Kemudian pada 2003, Mitsubishi Motors dan Ralliart Inc. bergabung membentuk tim Ralliart China khusus untuk Dakar Rally 2004, dan Jackie Chan dilantik sebagai Direktur Kehormatan tim tersebut. Jabatan itu memang lebih bersifat seremonial, tetapi maknanya jelas. Nama Jackie Chan dan merek Mitsubishi sudah menjadi satu paket yang tidak terpisahkan.

Sayangnya, keberhasilan terbesar Jackie Chan di dunia balap justru terjadi ketika kolaborasinya dengan Mitsubishi sudah berakhir. Pada 2015, sang aktor bertemu dengan pebalap David Cheng dan keduanya mendirikan Jackie Chan DC Racing untuk menjadi tim pertama dari Tiongkok yang berkompetisi di FIA World Endurance Championship. Pada 2017, tim ini menorehkan sejarah dengan meraih posisi kedua dan ketiga di kelas LMP2 dalam ajang Le Mans 24 Jam yang legendaris. Dengan mobil Oreca 07 Gibson, Jackie Chan DC Racing sukses menjadi tim Tiongkok pertama yang pernah naik podium di Le Mans.

Meski akhirnya bisa meraih kesuksesan konkret di dunia balap tanpa bantuan Mitsubishi, hal itu tidak mengurangi bobot dari kemitraan yang dirajut oleh Jackie Chan dengan pabrikan asal Jepang tersebut selama lebih dari tiga puluh tahun. Mitsubishi memberi Jackie Chan panggung, pendanaan, dan kendaraan. Jackie Chan membalas dengan sesuatu yang jauh lebih berharga. Yakni, kepercayaan jutaan penonton di Asia bahwa Mitsubishi adalah merek yang layak dikagumi.

Dalam dunia yang kini penuh dengan endorsement selebritas dan konten berbayar, kemitraan Jackie Chan dan Mitsubishi terasa seperti sesuatu yang berbeda. Ia tidak lahir dari kalkulasi algoritma atau kontrak jangka pendek, melainkan dari pertemuan dua ambisi yang saling mengisi. Dan hasilnya jauh melampaui promosi biasa. Kolaborasi tersebut membentuk selera otomotif sebuah generasi, bahkan sebelum istilah "influencer" itu sendiri ada.

Baca juga artikel terkait JACKIE CHAN atau tulisan lainnya dari Yoga Cholandha

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Yoga Cholandha
Penulis: Yoga Cholandha
Editor: Irfan Teguh Pribadi