Menuju konten utama

Istana soal Tarif 19%: Tak Bisa Dibilang Keberhasilan Kecil

Pencapaian ini juga merupakan buah dari perjuangan keras tim negosiator Indonesia yang dipimpin langsung oleh Menko Airlangga Hartarto.

Istana soal Tarif 19%: Tak Bisa Dibilang Keberhasilan Kecil
Konferensi pers Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, di Gedung Pramuka Kwartil, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akhirnya mencapai kesepakatan tarif resiprokal usai melalui perundingan panjang sejak April lalu. Presiden AS, Donald Trump, hanya akan mengenakan tarif sebesar 19 persen atas barang-barang dari Indonesia dari sebelumnya 32 persen.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menilai penurunan taif impor AS menjadi 19 persen menjadi pencapaian dari negosiasi luar biasa antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Sebab, penurunan tersebut bukan sebuah keberhasilan yang kecil.

"Jadi kalau sebuah rumah kita bikin pagar setinggi awalnya 32 kalau buat kita, setelah bernegosiasi pagarnya bisa diturunkan jadi 19, tentu ini kemajuan yang juga tidak bisa kemajuan yang kecil, tidak bisa dibilang keberhasilan yang kecil,” ujar Hasan di Ruang Visualisasi lantai 15 Kantor PCO, Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta Pusat, (16/7/2025).

Menurut Hasan, pencapaian ini juga merupakan buah dari perjuangan keras tim negosiator Indonesia yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Ini merupakan negosiasi luar biasa yang juga dilakukan oleh presiden kita secara langsung dengan Presiden Donald Trump. Dan ini titik temu antata pemerintah kita dengan pemerintah Amerika Serikat," jelas dia.

Terkait detail kesepakatan tarif dan poin-poin perjanjian lainnya, Hasan meminta publik bersabar. Ia menyampaikan bahwa informasi resmi dan lengkap akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setibanya di Tanah Air.

"Untuk detailnya apa saja nanti saya minta teman-teman bersabar menunggu kepulangan presiden, karena presiden yang akan mengumumkan detailnya nanti setibanya di Tanaah Air. Insyaallah sore ini presdien akan tiba di Tanah Air," pungkas Hasan.

Seiring dengan keputusan ini, Trump sebelumnya mendesak Indonesia untuk segera memenuhi persayaratan yang diajukan untuk mengurangi defisit perdagangan dengan AS yang masih sangat besar.

Donald Trump, mengatakan Indonesia telah sepakat untuk belanja energi senilai 15 miliar dolar AS atau setara Rp244 triliun dari AS. Tak hanya itu, RI juga akan membeli produk pertanian Amerika Serikat senilai 4,5 miliar dolar AS sekitar Rp73,1 triliun, dan memborong 50 jet Boeing.

Pembelian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli energi AS senilai 15 miliar dolar AS, produk pertanian AS senilai 4,5 miliar dolar AS dan 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya adalah jenis 777," tulis Trump dilansir Antara, Rabu (16/7/2025).

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Insider
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Dwi Aditya Putra