Sejarah Indonesia

Isi Rumusan Dasar Negara Pancasila Ir. Soekarno dalam Sidang BPUPKI

Kontributor: Nurul Azizah, tirto.id - 5 Jul 2022 22:50 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Apa isi rumusan dasar negara menurut Ir. Soekarno yang merupakan sejarah awal Pancasila?
tirto.id - Ir. Soekarno menjadi salah satu tokoh perumus dasar negara dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 selain Mohammad Yamin dan Soepomo. Lantas, apa isi rumusan dasar negara menurut Soekarno yang merupakan sejarah awal lahirnya Pancasila?

BPUPKI berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. BPUPKI bertugas untuk menyelidiki hal-hal penting dan menyusun rencana persiapan kemerdekaan Indonesia, serta terkait erat dengan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Salah satu pembahasan dalam sidang BPUPKI adalah perumusan dasar negara Pancasila. Ketua BPUPKI, yakni dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat pada pidato awal sidang pertama, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu dasar negara.


Beberapa tokoh mengusulkan rumusan dasar negara. Rumusan yang diusulkan memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Namun, rumusan-rumusan tersebut punya persamaan dari segi materi dan semangat yang menjiwainya.

Pandangan para pendiri negara tentang rumusan dasar negara disampaikan berdasarkan sejarah perjuangan bangsa dan dengan melihat pengalaman bangsa lain tetapi tetap berakar kepada kepribadian dan gagasan besar dari bangsa Indonesia sendiri.

Usulan mengenai dasar Indonesia merdeka dalam sidang pertama BPUPKI secara berurutan dikemukakan oleh Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.


Rumusan Dasar Negara Menurut Ir. Soekarno: Lahirnya Pancasila

Dalam sidang pertama BPUPKI pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan ihwal “Dasar Indonesia Merdeka" dan memperkenalkan istilah Pancasila atau lima sila. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Rumusan Soekarno berbentuk philosophische grondslag atau weltanschauung. Philosophische Grondslag atau Weltanschauung adalah fundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan Indonesia merdeka yang kekal dan abadi.

Negara Indonesia yang kekal abadi itu, menurut Ir. Soekarno, dasarnya adalah Pancasila. Rumusan dasar negara yang diusulkan Ir. Soekarno adalah sebagai berikut:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan


Ir. Soekarno menyampaikan bahwa kelima dasar negara tersebut tidak diberi nama Panca Dharma, melainkan Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah mendirikan negara Indonesia yang kekal dan abadi.

Setelah Ir.Soekarno selesai menyampaikan gagasan dasar negara, masih terdapat perbedaan pendapat yang cukup tajam antara kubu nasionalis dan kubu agamis. Salah satu hal yang diperdebatkan adalah tentang bentuk negara, antara negara kebangsaan atau negara Islam.

Menyikapi hal tersebut, dibentuklah Panitia Sembilan guna menemukan jalan tengah dalam perumusan dasar negara.

Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, KH Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikusno Tjokrosoejoso, Haji Agus Salim, dan A.A. Maramis.


Piagam Jakarta sebagai Cikal-Bakal Dasar Negara Pancasila

Pada 10-16 Juli 1945, sidang kedua BPUPKI diadakan. Ir. Soekarno membuka sidang dengan membaca laporannya tentang "hasil inventarisasi usul dan pendapat para anggota BPUPKI" dan "usaha mencari jalan tengah atas perbedaan golongan Islam dan Nasionalis."

Akhirnya tercapailah rumusan dasar negara pada 22 Juni 1945. Dasar negara inilah yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang isinya adalah sebagai berikut:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Setelah merumuskan dasar negara, BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 dan dilanjutkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang kemudian berhasil mewujudkan proklamasi tanggal 17 Agustus 1945.


Akan tetapi, sila pertama Piagam Jakarta dinilai belum mewakili aspirasi seluruh umat beragama di Indonesia. Maka, dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, persoalan ini pun dibahas dengan melibatkan beberapa tokoh Islam.

Pada akhirnya disepakati bahwa salah satu isi Piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya" diganti menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa" yang kemudian ditetapkan sebagai sila pertama Pancasila.

Isi Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa; dilambangkan dengan bintang.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; dilambangkan dengan rantai.
  3. Persatuan Indonesia; dilambangkan dengan pohon beringin.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dilambangkan dengan kepala banteng.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia; dilambangkan dengan padi dan kapas.


Baca juga artikel terkait RUMUSAN DASAR NEGARA atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight