Menuju konten utama

Isi Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji dan Maknanya

Gurindam 12 pasal 1-12 merupakan salah satu karya sastra Melayu karya Raja Ali Haji. Berikut sejumlah ajaran dan makna yang disampaikan melalui Gurindam 12.

Isi Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji dan Maknanya
Ilustrasi Gurindam. Adapun dalam sastra Melayu terdapat Gurindam 12 karya Raja Ali Haji. wikimedia commons/domain publik
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gurindam merupakan karya sastra berbentuk puisi lama yang menyandingkan sajak-sajak dengan peribahasa. Salah satunya ada Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, seorang cendekiawan Melayu sekaligus pahlawan nasional Indonesia.

Secara umum, isi Gurindam 12 memiliki pola yang sama dengan karya sastra Melayu lama berjenis serupa. Biasanya, tulisan ini mengandung dua baris dengan irama akhiran yang serupa seperti (-a) dan (-a).

Selain itu, Gurindam 12 juga mengandung beberapa makna didaktis untuk mengajarkan para pembaca. Karya bukan hanya untuk hiburan dan bacaan, namun juga untuk memberikan petuah tertentu.

Apa yang Dimaksud Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji?

Arti Gurindam 12 merujuk pada jumlah pasal yang ada pada karya sastra buatan Raja Ali Haji ini. Secara garis besar, berbagai hal yang disampaikan oleh penulis mencakup nasihat keagamaan.

Selain pesan-pesan nasihat, isi Gurindam 12 juga memuat petunjuk hidup mendapatkan ridha Allah. Dikutip dari Antara, Raja Ali Haji sendiri merupakan tokoh nasional kelahiran Pulau Penyengat.

Pulau ini termasuk sebagai dataran kecil di dekat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Di tempat tersebut, Raja Ali Haji lahir pada 1809 dari pasangan putri Selangor bernama Hamidah dan Raja Ahmad.

Berdasarkan penjelasan di atas, Gurindam 12 karya Raja Ali Haji adalah dua belas pasal yang diajarkan oleh Ali Haji. Sehubungan dengan itu, bagaimana sejarah Gurindam 12 dan penulisnya ini?

Sejarah Gurindam 12

Berbicara tentang karya sastra ini, isi Gurindam 12 ditulis oleh Raja Ali Haji pada 1846 Masehi atau 23 Jabar 1263 silam. Saat itu, dunia Barat sedang aktif melebarkan sayap pengaruhnya.

Adapun masyarakat Melayu yang berbeda pandangan tidak dapat menerima pengaruh tersebut. Oleh karena itu, Gurindam 12 dan maknanya ditulis oleh Raja Ali Haji untuk mempertahankan nilai Islam.

Kata berbaris-baris dengan pola ini dirangkai sebagai bentuk keprihatinan Raja Ali Haji terhadap masyarakat di sekitarnya. Ia juga merasa punya tanggung jawab moral untuk menjaga kebertahanan budaya Islam.

Di tengah pengaruh bangsa Barat, Raja Ali Haji dengan karya Gurindam 12 ingin adat dan syariat Islam tetap ditegakkan. Oleh sebab itu, berbagai isi karya tersebut mencakup ibadah, budi pekerti, kewajiban, dan hal positif lainnya.

Raja Ali Haji memang dikenal mencintai dunia sastra, menulis, dan mengajar. Atas kontribusinya dalam pencatatan pedoman bahasa Melayu (kini bahasa Indonesia), ia diangkat menjadi pahlawan nasional pada 2004 silam.

Isi Lengkap Gurindam Pasal 1-12

Melansir Rajaalihaji.com, Gurindam 12 diterbitkan secara resmi dalam Tijdscrft van het Bataviaasch Genootschap No. II, Batavia. Tulisannya menggunakan huruf Arab dan bahasa Belanda, diterjemahkan oleh Elisa Netscher.

Berikut isi Gurindam Dua Belas yang ditulis oleh Raja Ali Haji seperti yang dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Isi Gurindam 12 Pasal 1

Barang siapa tiada memegang agama,

sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,

maka ia itulah orang yang ma'rifat

Barang siapa mengenal Allah

suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Barang siapa mengenal diri,

maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal dunia,

tahulah ia barang yang teperdaya.

Barang siapa mengenal akhirat,

tahulah ia dunia mudarat.

Isi Gurindam 12 Pasal 2

Barang siapa mengenal yang tersebut

tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,

seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,

tidaklah mendapat dua termasa.

Barang siapa meninggalkan zakat,

tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,

tiadalah ia menyempurnakan janji.

Isi Gurindam 12 Pasal 3

Apabila terpelihara mata,

sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping,

khabar yang jahat tiadalah damping.

Apabila terpelihara lidah,

nescaya dapat daripadanya faedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,

daripada segala berat dan ringan.

Apabila perut terlalu penuh,

keluarlah fi’il yang tiada senonoh.

Anggota tengah hendaklah ingat,

di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki,

daripada berjalan yang membawa rugi.

Isi Gurindam 12 Pasal 4

Hati kerajaan di dalam tubuh,

jikalau zalim segala anggota pun roboh.

Apabila dengki sudah bertanah,

datanglah daripadanya beberapa anak panah.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,

di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela,

nanti hilang akal di kepala.

Jika sedikitpun berbuat bohong,

boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

Tanda orang yang amat celaka,

aib dirinya tiada ia sangka.

Bakhil jangan diberi singgah,

itupun perampok yang amat gagah.

Barang siapa yang sudah besar,

janganlah kelakuannya membuat kasar.

Barang siapa perkataan kotor,

mulutnya itu umpama ketur.

Di mana tahu salah diri,

jika tidak orang lain yang berperi.

Isi Gurindam 12 Pasal 5

Jika hendak mengenal orang berbangsa,

lihat kepada budi dan bahasa,

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,

sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,

lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,

bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,

di dalam dunia mengambil bekal.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,

lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Isi Gurindam 12 Pasal 6

Cahari olehmu akan sahabat,

yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,

yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri,

yang boleh menyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,

pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan abdi,

yang ada baik sedikit budi.

Isi Gurindam 12 Pasal 7

Apabila banyak berkata-kata,di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah tanda hampir duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, jika besar bapanya letih. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila menengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut. Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar.

Isi Gurindam 12 Pasal 8

Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebaikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka.

Isi Gurindam 12 Pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,

bukannya manusia yaituiah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua,

itulah iblis punya penggawa.

Kepada segaia hamba-hamba raja,

di situlah syaitan tempatnya manja.

Kebanyakan orang yang muda-muda,

di situlah syaitan tempat berkuda.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,

di situlah syaitan punya jamuan.

Adapun orang tua yang hemat,

syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru,

dengan syaitan jadi berseteru.

Isi Gurindam 12 Pasal 10

Dengan bapak jangan durhaka

supaya Allah tidak murka.

Dengan ibu hendaklah hormat

supaya badan dapat selamat.

Dengan anak janganlah lalai

supaya dapat naik ke tengah balai.

Dengan istri dan gundik janganlah alpa

supaya kemaluan jangan menerpa.

Dengan kawan hendaklah adil

supaya tangannya jadi kapil.

Isi Gurindam 12 Pasal 11

Hendaklah berjasa,

kepada yang sebangsa.

Hendaklah jadi kepala,

buang perangai yang cela.

Hendaklah memegang amanat,

buanglah khianat.

Hendak marah,

dahulukan hujjah.

Hendak dimalui,

jangan memalui.

Hendak ramai,

murahkan perangai.

Isi Gurindam 12 Pasal 12

Raja mufakat dengan menteri,

seperti kebun berpagarkan duri.

Betul hati kepada raja,

tanda jadi sebarang kerja.

Hukum adil atas rakyat,

tanda raja beroleh inayat.

Kasihkan orang yang berilmu,

tanda rahmat atas dirimu.

Hormat akan orang yang pandai,

tanda mengenal kasa dan cindai.

Ingatkan dirinya mati,

itulah asal berbuat bakti.

Akhirat itu terlalu nyata,

kepada hati yang tidak buta.

Makna Gurindam Pasal 1-12 Lengkap

Dikutip dari Dirjen Kebudayaan, arti atau makna Gurindam Dua Belas sebagai sastra lama cenderung sulit untuk dipahami. Hal ini disebabkan oleh kalimat yang diwarnai kiasan, metafora, dan istilah tasawuf lama.

Namun demikian, Ulul Azmi dan Rusi Zainal dalam atikel yang terbit di Jurnal Ilmu Budaya (2016), menyampaikan bahwa Gurindam 12 kaya akan nilai religius. Berikut ini penjelasan arti Gurindam 12 per pasal.

1. Makna Gurindam 12 Pasal 1

Isi Gurindam 12 pasal 1 menyiratkan makna keagamaan yang harus dipegang teguh oleh setiap umat Islam. Pasal ini juga menyampaikan perihal cara mengenal diri sendiri, sehingga bisa mengenal Tuhan yang “bahri”.

2. Makna Gurindam 12 Pasal 2

Secara lebih rinci Gurindam 12 pasal 2 menyebutkan berbagai tuntunan untuk seorang muslim. Mulai dari mengenal Allah SWT, bersembahyang, beribadah puasa, menunaikan zakat, dan pergi haji.

3. Makna Gurindam 12 Pasal 3

Dalam Gurindam 12 pasal 3, manusia disampaikan harus bisa memelihara berbagai hal fisik yang ada di dirinya demi kebaikan. Misalnya mata (penglihatan), kuping (pendengaran), lidah (ucapan), tangan (perbuatan), dan kaki (langkah).

4. Makna Gurindam 12 Pasal 4

Makna Gurindam 12 pasal 4 menyampaikan bahwa ada suatu wilayah yang luas di dalam hati kita dan mengibaratkan kelapangan. Disampaikan lewat karya sastra ini bahwa hati bisa saja terkena penyakit, layaknya ditancapkan anak panah.

5. Makna Gurindam 12 Pasal 5

Gurindam 12 pasal 5 memiliki makna tuntunan tertentu bagi para pembaca. Misalnya ketika ingin mencari orang untuk berbangsa, berbahagia, mulia, berilmu, berakal, dan berperangai.

6. Makna Gurindam 12 Pasal 6

Serupa dengan pasal 5 Gurindam 12, pasal 6 juga memberikan anjuran mengenai pencarian individu eksternal. Mulai dari sahabat, guru, pasangan, teman, dan abdi (orang yang mengabdi).

7. Makna Gurindam 12 Pasal 7

Melalui Gurindam 12 pasal 7, Raja Ali Haji ingin mengingatkan ciri-ciri manusia yang kurang baik. Di antaranya suka berkata dusta, berlebihan dalam bersuka, kurang perencanaan, latihan, dan sebagainya.

8. Makna Gurindam 12 Pasal 8

Makna Gurindam 12 pasal 8 menyuratkan tentang orang yang berkhianat, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Ciri-ciri orang ini diklaim terlihat melalui cara seseorang membenarkan diri dan syirik.

9. Makna Gurindam 12 Pasal 9

Isi Gurindam 12 pasal 9 menyampaikan perihal berbagai aktivitas sehari-hari yang tidak baik. Dijelaskan pula bagi mereka yang menghindari hal itu akan bertentangan dengan setan.

10. Makna Gurindam 12 Pasal 10

Secara umum, makna Gurindam 12 pasal 10 menyuratkan tentang tidak bolehnya durhaka dan harus hormat kepada orang tua. Kemudian harus memenuhi kewajiban sebagai orang tua dan adil dalam berteman.

11. Makna Gurindam 12 Pasal 11

Ajaran berikutnya dari Gurindam 12 pasal 11 adalah berkontribusi kepada mereka yang senasib dan satu bangsa. Diterangkan pula tentang harusnya memegang amanat serta tidak cepat marah.

12. Makna Gurindam 12 Pasal 12

Makna Gurindam 12 pasal 12 memperlihatkan berbagai aktivitas buruk di dunia, misalnya persengkokolan “raja” dan “menteri”. Pada bagian akhir dijelaskan, seseorang harus mengingat kematian dan fokus terhadap akhirat.

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Edusains
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada