Menuju konten utama

Profil Singkat Bob Dylan, Penyanyi Peraih Penghargaan Nobel Sastra

Bob Dylan adalah musisi asal Amerika Serikat yang pernah meraih penghargaan Nobel di bidang sastra. 

Profil Singkat Bob Dylan, Penyanyi Peraih Penghargaan Nobel Sastra
Bob Dylan tampil di Los Angeles pada 12 Januari 2012. (AP Photo/Chris Pizzello, File)

tirto.id - Robert Allen Zimmerman atau yang lebih dikenal dengan nama Bob Dylan adalah seorang musisi asal Amerika Serikat, yang terkenal dengan aliran musik folk dan blues.

Ia lahir pada 24 Mei 1941 di Duluth, Minnesota, dan besar di kota Hibbing. Saat remaja, ia sering tergabung dalam berbagai band. Namun, seiring berjalannya waktu, minatnya pada musik semakin dalam dan ia mulai tertarik untuk mendalami aliran folk serta blues Amerika.

Dilansir dari Britannica, Dylan disebut sebagai shakespeare dari generasinya. Selama berkarier, Dylan telah menjual puluhan juta album, menulis lebih dari 500 lagu yang direkam oleh lebih dari 2.000 artis, tampil di seluruh dunia, dan menetapkan standar untuk penulisan lirik.

Ia mengidolakan seorang penyanyi folk, bernama Woody Guthrie. Jika ditelusuri, aliran musiknya juga mendapat pengaruh dari penulis awal Generasi Beat, serta penyair modernis.

Pada tahun 1960-an, ia beralih dari aliran blues ke aliran musik rock. Pada 1962, Dylan pindah ke New York City dan mulai tampil dari klub ke kafe di Greenwich Village.

Suatu ketika, ia bertemu dengan produser rekaman John Hammond. Sejak saat itulah, awal dari kepopuleran Bob Dylan dimulai.

Pertemuannya dengan John Hammond, membuatnya menandatangani kontrak untuk album debutnya, Bob Dylan (1962).

Setelah itu, di tahun-tahun berikutnya, ia merekam sejumlah album yang memiliki dampak luar biasa pada dunia musik, antara lain "Bringing It All Back Home" dan "Highway 61 Revisited" (1965), "Blonde On Blonde" (1966) dan "Blood On The Tracks" (1975).

Produktivitasnya berlanjut pada tahun dekade berikutnya, menghasilkan mahakarya seperti "Oh Mercy" (1989), "Time Out of Mind" (1997) dan "Modern Times" (2006).

Bob Dylan tak hanya menciptakan lagu, tapi ia juga telah menerbitkan beberapa karya eksperimental, seperti kumpulan puisi prosa Tarantula (1971).

Dia juga menulis otobiografi, Chronicles (2004), yang menggambarkan kenangan dari tahun-tahun awal di New York dan yang memberikan kilasan hidupnya di pusat budaya populer.

Berkat prestasi yang ia miliki, Dylan pernah meraih penghargaan bergensi dunia, yaitu nobel. Dia menerima Penghargaan Nobel Sastra tahun 2016 karena karyanya yang telah menciptakan jenis ekspresi puitis baru dalam tradisi lagu Amerika yang mengagumkan.

Atas penghargaan nobel tersebut, ia menjadi musisi pertama di dunia yang menerima penghargaan sastra internasional.

Sebab, sejak kecil Dylan memang memiliki kegemaran membaca buku. Beberapa judul buku bacaannya yaitu "Moby Dick", "All Quiet on the Western Front" dan "The Odyssey".

Kegemarannya membaca buku mampu membuka wawasan Dylan tentang cara memandang kehidupan, pemahaman tentang sifat manusia, dan standar untuk mengukur sesuatu.

Oleh karena itu, ketika ia menciptakan lagu atau menulis lirik, seringkali terpengaruh pada buku-buku yang ia baca.

Mengutip dari laman Bobdylancenter.com, karya-karya Bob Dylan bahkan disimpan dalam suatu bangunan yang diberi nama Bob Dylan Center.

Bangunan ini sengaja dibuat untuk mendedikasikan tentang studi dan apresiasi penyanyi-penulis lagu terkenal Amerika Bob Dylan dan signifikansi budaya yang selalu ia terapkan.

Bangunan ini dibuka untuk umum di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat, pada 10 Mei 2022. Sebelumnya, pada 2012, Dylan juga menerima penghargaan Presidential Medal of Freedom (2012).

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Chyntia Dyah Rahmadhani

tirto.id - Humaniora
Kontributor: Chyntia Dyah Rahmadhani
Penulis: Chyntia Dyah Rahmadhani
Editor: Yandri Daniel Damaledo