tirto.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) membuat petisi untuk meminta pihak universitas membatalkan perjanjian kerja sama yang dijalin dengan TNI Angkatan Darat (AD).
Pasalnya, kerja sama tersebut dinilai akan berdampak langsung pada civitas akademika, membungkam suara kritis, hingga menciptakan rasa takut bagi mereka yang berniat menyuarakan pendapat berbeda dengan kebijakan yang dirilis universitas maupun pemerintah.
“Keterlibatan militer dalam dunia akademik membuka peluang normalisasi militerisasi pendidikan, yang bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi,” tulis BEM FH Unud, dalam petisi yang dimulai pada Minggu (30/3/2025).
Pada petisi tersebut, BEM FH Unud juga menyatakan bahwa semestinya universitas adalah ruang akademik yang bebas dari intervensi militer. Sehingga, kerja sama dengan TNI AD ini tak seharusnya dijajaki.
“Mari bersatu, karena kami tidak bisa membiarkan kampus menjadi alat propaganda atau kontrol militer. Tanda tangan ada merupakan langkah awal untuk mempertahankan kebebasan akademik dan menolak intervensi militer di Universitas Udayana,” bunyi petisi yang kini telah ditandatangani oleh 13.464 orang itu.
Menanggapi protes tersebut, Rektor Unud, I Ketut Sudarsana, menegaskan bahwa perjanjian kerja sama yang dijalin antara universitas dengan Komando Daerah Militer (Kodam) IX Udayana ditujukan untuk mewujudkan sinergitas dalam bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Sebaliknya, kerja sama ini tidak bertujuan untuk membawa praktik militerisme ke dalam dunia kampus.
Melalui kerja sama ini, universitas berharap dapat memperkuat pendidikan karakter dan bela negara serta meningkatkan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan seluruh mahasiswa.
“Kami ingin meluruskan bahwa kerja sama ini tidak akan mengintervensi ruang akademik atau kebebasan berpikir di kampus. Seluruh program kerja sama akan bersifat edukatif, terbuka dan partisipatif,” tegas Sudarsana, dalam keterangan resmi yang diunggah di akun resmi Unud, @univ.udayana di Instagram.
Sementara kegiatan yang akan dilaksanakan melalui kerja sama ini, meliputi kuliah umum dari tokok TNI tentang kebangsaan, pelatihan bela negara bersifat nonmiliteristik, program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) prajurit aktif melalui akses ke program S1, S2 dan S3 di Unud.
Seluruh pelaksanaan kegiatan ini akan disesuaikan dengan prinsip-prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tetap berada di bawah protokol akademik.
Selain itu, kerja sama ini disebut sama dengan kerja sama lain yang dijajaki Unud dengan berbagai pihak lainnya.
“Universitas Udayana menghargai setiap kritik dan masukan dari mahasiswa maupun masyarakat. Rektor membuka ruang dialog untuk mendiskusikan substansi kerja sama ini secara terbuka, berbasis data, dan menjunjung nilai-nilai demokratis,” tutur Sudarsana.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama