Menuju konten utama

Iran Targetkan Melania dan Barron Trump dalam Video yang Viral

Video propaganda dari Iran yang viral menargetkan Melania dan Barron Trump. Ancaman tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan Iran dan AS.

Iran Targetkan Melania dan Barron Trump dalam Video yang Viral
Ibu negara Melania Trump berbicara pada Konferensi Legislatif PTA Nasional di Alexandria, Va., Selasa, 10 Maret 2020. AP / Carolyn Kaster
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah video propaganda yang beredar dari Iran dilaporkan menargetkan keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump, khususnya Ibu Negara Melania Trump dan putranya, Barron Trump.

Video tersebut berisi ajakan kepada pendukung rezim Iran untuk melakukan pembunuhan terhadap Melania Trump dengan judul provokatif “How to Kill Melania Trump” atau “Cara Membunuh Melania Trump”.

Dalam video propaganda tersebut, sejumlah gambar Melania Trump, termasuk ketika berada dalam iring-iringan kendaraan kepresidenan serta beberapa lokasi di New York City ditampilkan.

Selain itu, disebutkan pula beberapa toko desainer yang diklaim pernah dikunjungi oleh Melania, dengan narasi yang menyarankan lokasi-lokasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang operasi oleh pihak yang disebut sebagai “pejuang kebebasan global”.

Pelaku propaganda juga menyampaikan ancaman dengan menyebut penggunaan zat beracun seperti agen saraf untuk mencemari pakaian yang mungkin dibeli oleh Melania Trump.

Pada bagian akhir video, ancaman turut diarahkan kepada Barron Trump yang saat ini berusia 20 tahun.

“Ini baru permulaan. Barron Trump, tunggu kami,” bunyi akhir video tersebut dikutip News24, Selasa (28/7/2026).

Belum ada respons yang diberikan baik dari Gedung Putih, Dinas Rahasia Amerika Serikat, maupun Presiden Donald trump sendiri terkait video tersebut.

Sebelumnya, sejumlah papan reklame di Teheran, Iran, dilaporkan memuat seruan kematian terhadap Presiden Trump dan anggota keluarganya.

Dalam pesan tersebut, nama Melania Trump serta anak-anak Trump lainnya, yakni Donald Trump Jr., Ivanka Trump, Eric Trump, Tiffany Trump, dan Barron Trump, turut disebut sebagai target. Pesan yang terpampang dalam papan reklame tersebut menggunakan slogan “Blood for blood” atau “darah dibalas darah”.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, Melania Trump tercatat mengurangi aktivitas publiknya dalam beberapa waktu terakhir. Ia tidak menghadiri acara makan malam White House Correspondents’ Association yang digelar pada Jumat malam, dengan alasan adanya benturan jadwal.

Iran Sebut AS Terjebak dalam Rawa Selama 5 Bulan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyampaikan sikap tegas pemerintah Iran terkait kemungkinan kelanjutan perundingan dengan AS dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin.

Baqaei menyatakan bahwa Amerika Serikat belum berhasil mencapai tujuan dari konflik tersebut.

“Saya tidak tahu bagaimana menurut Anda mereka akan menghadapi perang ini, perang yang seharusnya memaksa Iran menyerah, namun mereka telah terjebak dalam rawa selama 5 bulan,” kata Baqaei dikutip Tasnim News Agency (27/7/2026).

Ia menegaskan bahwa keputusan Iran terkait perang maupun perdamaian akan selalu didasarkan pada kepentingan nasional, terutama keamanan negara.

"Apa yang mendasar bagi kami adalah kepentingan nasional. Memutuskan isu-isu suatu negara bukanlah sebuah persamaan dengan beberapa hal yang tidak diketahui. Yang menentukan bagi kami adalah keamanan dan kepentingan nasional (Iran), dan keputusan mengenai hal ini dibuat dalam proses yang spesifik," urainya.

“Kami tidak akan membiarkan AS menentukan waktu perang dan perdamaian, dan kami akan mempertahankan diri selama diperlukan,” tegasnya lagi.

Selain dari pihak pemerintah, Angkatan Darat Iran juga mengeluarkan pernyataan mengenai kesiapan militernya. Militer Iran menyatakan akan terus menjaga kemerdekaan dan keutuhan wilayah negaranya dari berbagai ancaman.

Angkatan Darat Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapatkan balasan. Mereka menyatakan akan mengambil tindakan lebih keras apabila ada pihak yang mencoba mengancam keamanan, kedaulatan, atau wilayah Iran.

“Dunia menyaksikan fakta bahwa putra-putra Iran yang bangga dan perkasa di Angkatan Darat dan angkatan bersenjata lainnya… siap menghadapi musuh mana pun di setiap sudut tanah epik ini,” bunyi pernyataan tersebut.

Meski terdapat upaya mediasi dari negara lain seperti Pakistan dan Qatar, hubungan Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam kondisi tegang. Kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan terkait penyelesaian konflik. Di sisi lain, jalur diplomasi melalui pihak ketiga terus dilakukan untuk mencari kemungkinan penghentian permusuhan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra