Menuju konten utama

Trump Wanti-wanti Cina & Rusia Tak Ikut Campur soal Perang Iran

Trump memperingatkan bila Cina dan Rusia ikut terlibat, maka konsekuensinya akan "sangat buruk."

Trump Wanti-wanti Cina & Rusia Tak Ikut Campur soal Perang Iran
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kepada bangsa dari East Room Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Juli 2026. (Foto oleh SAUL LOEB / POOL / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (24/7/2026), mengatakan bahwa ia meyakini Cina dan Rusia tidak akan memberikan bantuan kepada Iran dalam konfliknya dengan AS. Namun, Trump memperingatkan jika kedua negara itu memutuskan untuk terlibat, maka konsekuensinya akan "sangat buruk" bagi mereka.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan, Presiden Cina, Xi Jinping, telah menyampaikan komitmennya untuk tidak memasok senjata kepada Iran dalam pertemuan mereka yang baru-baru ini berlangsung di Beijing.

“Presiden Xi mengatakan kepada saya bahwa dalam keadaan apa pun Cina tidak akan memberikan ataupun menjual senjata kepada Republik Islam Iran. Pernyataan itu juga berlaku bagi perusahaan-perusahaan Cina,” tulis Trump, sebagaimana dikutip Reuters.

Sama halnya dengan Cina, Trump juga telah mendapatkan komitmen dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk tidak menyuplai senjata untuk Iran.

“Jika mereka terlibat, itu akan menjadi hal yang sangat buruk bagi mereka. Tentu saja hal itu bukan kepentingan terbaik bagi mereka,” kata dia.

Dalam kesempatan terpisah di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia mempercayai kedua pemimpin negara tersebut. Ia juga mengaku tidak melihat adanya indikasi bahwa Cina maupun Rusia tengah membantu Iran.

“Saya tidak tahu apakah mereka membantu (Iran). Saya rasa saya mempercayai mereka," kata Trump kepada wartawan.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan kepada anggota parlemen awal pekan ini bahwa Rusia dan Cina terlibat dalam konflik tersebut, meskipun ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk keterlibatan kedua negara itu.

“Ada sejumlah cara di mana kedua negara tersebut, pada tingkat yang berbeda-beda, turut memungkinkan atau mendukung beberapa tindakan yang dilakukan Iran," kata Hegseth dalam sidang dengar pendapat di Senat.

Menurut empat sumber yang mengetahui laporan intelijen AS, serangan Iran terhadap target CIA di kawasan Teluk pada awal konflik memicu penyelidikan mengenai kemungkinan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran. Bantuan yang diselidiki mencakup penyediaan informasi penargetan maupun teknologi pesawat nirawak (drone).

Namun, Kremlin menolak mengomentari laporan tersebut ketika dimintai tanggapan pada Kamis (23/7/2026).

Dugaan keterlibatan Rusia dan Cina dalam mendukung Iran bukan isu baru. Pemerintah AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu dan perusahaan yang berbasis di Rusia dan Cina karena dituduh membantu Iran memperoleh persenjataan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Abdul Aziz