Menuju konten utama

AS Habiskan 37,5 Miliar Dolar di Perang Iran, Kini Minta Tambah

Departemen Pertahanan AS meminta tambahan anggaran perang Iran hampir 70 miliar dolar dari total 1,5 triliun dolar yang diajukan. Apakah dikabulkan senat?

AS Habiskan 37,5 Miliar Dolar di Perang Iran, Kini Minta Tambah
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara selama konferensi pers di markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Pangkalan Angkatan Udara MacDill di Tampa, Florida, pada 5 Maret 2026. AFP/Octavio JONES
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyebut pengeluaran militer dalam Perang Iran-AS sejauh ini telah mencapai USD37,5 miliar. Namun, pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah berupaya untuk meminta izin Senat agar menambah anggaran perang.

Total dana senilai USD37,5 miliar itu merupakan perkiraan yang keluar dari pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ketika berbicara pada sidang di hadapan komite anggaran Senat AS pada Selasa (21/7/2026) waktu setempat. Hegseth tak merinci penggunaan uang tersebut di medan perang, namun menyebut perkiraan itu telah mencakup biaya operasional dan tagihan pemeliharaan hingga akhir September.

“Perkiraan yang kami miliki hingga hari ini adalah USD37,5 miliar,” tutur Hegseth, dinukil dari Al Jazeera, Rabu (22/7).

Dari apa yang disampaikan Hegseth itu, terdapat lonjakan pengeluaran AS untuk perang sekitar USD8 miliar dibanding angka yang sebelumnya dirilis pada Mei. Pada bulan lalu itu, pemerintahan Trump menyebut total pengeluaran perang AS mencapai USD29 miliar.

Akan tetapi, berbagai pihak telah meragukan besaran perkiraan anggaran perang dari Hegseth. Moody’s Analytics, misalnya, memperkirakan biaya domestik AS akibat perang itu seharusnya telah mencapai USD150 miliar, jika mempertimbangkan faktor dampak turunan perang seperti kenaikan harga energi.

Sidang bersama Senat AS ini semula merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mendapatkan persetujuan penambahan anggaran militer. Dalam sidang itu, Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Militer Dan Caine dimintai pertanggungjawaban atas permintaan kenaikan anggaran yang baru-baru ini dibuat.

Dalam pernyataan pembukanya, Hegseth menyinggung tentang adanya risiko pada jumlah persediaan senjata AS akibat perang yang mereka inisiasi pada 28 Februari lalu itu. Menurutnya, militer AS kini memerlukan perluasan “jalur produksi dan mempercepat pengiriman amunisi”.

Ada tiga senjata yang disinggung Hegseth perlu digenjot produksi dan distribusinya. Ketiganya adalah “motor roket padat, JDAM, hipersonik, dan kemampuan anti-drone”.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Hegseth, militer memerlukan suntikan anggaran. Jika tidak segera disetujui, Hegseth berujar bahwa militer kemungkinan akan memangkas biaya “pelatihan di masa depan” untuk menalanginya.

Pemerintahan Trump sendiri telah meminta kenaikan anggaran pertahanan sebesar USD1,5 triliun. Dalam permintaan itu, hampir USD70 miliar disebut akan digunakan dalam perang melawan Iran.

Muncul Keraguan soal Anggaran Perang dari Senator

Seturut CNN, sidang yang berlangsung pada Selasa itu dilaporkan sempat menjadi arena retorika yang sengit. Situasi memanas ketika para Senat AS dari partai Demokrat mengkritik Hegseth sebagai Kepala Pentagon.

Senator Gary Peters, misalnya, menyebut Hegseth telah gagal memimpin Pentagon karena strategi perang pemerintah melawan Iran sejauh ini tidak cukup meyakinkan. Senator Kirsten Gillibrand juga menyebut Hegseth telah menyesatkan publik ketika menyebut AS telah menghancurkan kemampuan rudal Iran.

Hegseth, di sisi lain, kemudian membelokkan perdebatan itu ke persaingan politik Demokrat dan Republik dalam pemilu sela yang akan digelar pada tahun ini. Ia menuduh Gillibrand hanya sedang “berusaha membuat iklan kampanye” lewat kritikannya.

Sementara itu, terkait permintaan penambahan anggaran militer, Senat belum memutuskan apa sikap terkaitnya. Namun, hal ini mendapatkan penolakan dari para Senator AS dari Demokrat.

“Saya akan terus terang,” kata Senator Patty Murray dari Demokrat. “Sejujurnya, permintaan Anda tidak masuk akal.”

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar