tirto.id - Kalapas Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto, mengungkapkan bahwa tidak ada kamera pengintai atau CCTV di area klaster mewah Lapas Cibinong.
Hal ini disampaikan Wisnu saat dicecar oleh Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arief Wibowo, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi XIII bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Senin (29/9/2026).
"Tidak ada, Bapak," kata Wisnu dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2026).
Dia tidak menjelaskan secara pasti alasan tidak dipasangnya CCTV di area tersebut. Padahal, dia mengetahui bahwa pemasangan CCTV merupakan hal yang sangat penting.
Namun, dia membantah bahwa CCTV tidak dipasang di area tersebut untuk menutupi fasilitas khusus terhadap warga binaan tertentu.
Diketahui, Ombudsman menemukan sebuah klaster mewah di area Lapas Cibinong saat melakukan sidak, Rabu (23/9/2026). Klaster yang diduga digunakan oleh 'napi kelas atas' tersebut diduga dikomersialisasi dan dilengkapi dengan fasilitas mewah.
Sementara, Dirjenpas, Masudi menegaskan bahwa hunian tersebut adalah rumah dinas, mess petugas, dan lokasi asimilasi. Namun, Mashudi menegaskan hal tersebut berdasarkan temuan terkini dan investigasi masih terus dilakukan.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas juga mencopot total lima pejabat Lapas termasuk Kalapas, Hani Putranto, sebagai bentuk tindak lanjut atas temuan Ombudsman ini.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































