Menuju konten utama

Industri Karoseri Diharap Bisa Pasok Kebutuhan Bus Haji & Umrah

Karoseri di Indonesia potensial melakukannya karena Arab Saudi tidak memproduksi bus sendiri.

Industri Karoseri Diharap Bisa Pasok Kebutuhan Bus Haji & Umrah
Pekerja merakit bus di pabrik karoseri CV Laksana, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019). ANtarafoto/Aji Styawan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, berharap industri karoseri Indonesia dapat memasok kebutuhan bus untuk pelaksanaan haji dan umrah di Arab Saudi. Menurutnya, penyediaan bus yang telah didesain khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah potensial dilakukan oleh industri kecil karena Arab Saudi tidak memproduksi bus sendiri.

“Yang saya tahu, Arab Saudi tidak memproduksi bus, dia juga impor bus untuk melayani jemaah dari seluruh dunia. Benar atau enggak? Dia enggak produksi bus kan? Kenapa enggak bus-busnya kita isi dari Indonesia sih? Bus-bus kita bagus-bagus kok,” tutur Agus dalam acara Business Matching Produk Dalam Negeri di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).

Sebagai informasi, industri karoseri adalah industri pembuatan bodi dan interior kendaraan di atas rangka dasar dari pabrikan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan fungsional tertentu. Jasa karoseri lazim digunakan di sektor transportasi penumpang (bus), angkutan barang (truk tangki, box), atau kendaraan darurat (ambulans, pemadam kebakaran).

Selain membuat struktur luar kendaraan, termasuk bodi, atap, jendela, pintu, serta interior, perusahaan karoseri juga memastikan keamanan, kenyamanan, dan estetika sesuai pesanan pelanggan yang berbeda dari kendaraan standar pabrikan.

Menurut Agus, untuk dapat memasok bus bagi kebutuhan jemaah haji dan umrah, produsen karoseri harus terlebih dulu melakukan business matching dengan calon mitra potensial, seperti distributor, supplier, investor, hingga pembeli. Sehingga, bus yang dikirimkan ke Arab Saudi nantinya dapat menggunakan lebih banyak komponen dalam negeri.

“Ini juga baru dan kami anggap penting, yaitu melakukan business matching dalam memperkuat penggunaan produk-produk dalam negeri, dalam pengadaan dan penyediaan kebutuhan untuk haji dan umrah. Besar sekali. Misalnya bus, bisa dibayangkan kebutuhan bus yang seberapa besar dibutuhkan oleh jemaah kita di sana,” sambung Agus.

Di sisi lain, agar Indonesia bisa menangkap besarnya potensi ekonomi dari haji dan umrah, Kementerian Perindustrian telah melakukan fasilitasi antara produsen dan calon pembeli. Melalui upaya ini, Agus juga berharap Indonesia bisa turut serta dalam rantai pasok untuk kebutuhan haji dan umrah.

“Mengingat potensi market-nya yang begitu besar dan juga Indonesia merupakan negara muslim yang sangat besar. Sehingga, pasti jemaah haji dan jemaah umrohnya banyak dari Indonesia. Besarnya arus pergerakan jemaah, baik haji dan umroh, itu harus bisa kita anggap sebagai bagian dari ekosistem haji dan umroh,” tukasnya.

Baca juga artikel terkait KEMENPERIN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi