Menuju konten utama

Indonesia akan Kirim Delegasi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor

Indonesia akan berkomunikasi dengan pemimpin negara ASEAN guna menggalang kekuatan menghadapi dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat.

Indonesia akan Kirim Delegasi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor
Mantan Presiden Donald Trump berjalan untuk berbicara dengan wartawan sebelum berangkat dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Kamis, 24 Agustus 2023, di Atlanta. (Foto AP/Alex Brandon)

tirto.id - Pemerintah Republik Indonesia melalui sejumlah kementerian dan lembaga akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat terkait kebijakan baru penetapan tarif impor atau resiprokal kepada Indonesia sebesar 32 persen.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa tarif resiprokal AS ini akan berlaku mulai 9 April 2025. Sebagai bentuk upaya negosiasi, pemerintah Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Amerika Serikat untuk membahas tarif resiprokal tersebut.

"Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS," dikutip dari pernyataan pers Kementerian Luar Negeri, Jumat (4/4/2025).

Nantinya para delegasi akan memberikan tawaran kebijakan yang selama ini dipermasalahkan oleh pemerintah Amerika Serikat terutama yang dilaporkan oleh National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dan perbaikan struktural, serta kebijakan deregulasi, yaitu penyederhaan regulasi dan penghapusan regulasi yang menghambat, khususnya terkait dengan Non-Tariff Barrier.

Langkah kebijakan strategis lainnya akan ditempuh oleh Pemerintah Indonesia untuk terus memperbaiki iklim invetasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja yang luas.

"Hal ini juga sejalan dalam upaya meningkatkan daya saing, menjaga kepercayaan pelaku pasar dan menarik investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," dikutip dari laporan tersebut.

Saat ini, pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan likuiditas valas tetap terjaga agar tetap mendukung kebutuhan pelaku dunia usaha serta memelihara stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada lintas kementerian dan lembaga untuk mengawal penetapan tarif resiprokal ini. Pelaku usaha dari berbagai organisasi juga diajak untuk menghindari dampak negatif dari kebijakan Presiden Donald Trump tersebut.

"Tim lintas kementerian dan lembaga, perwakilan Indonesia di AS dan para pelaku usaha nasional, telah berkoordinasi secara intensif untuk persiapan menghadapi tarif resiprokal AS," dikutip dari keterangan pers.

Untuk menghadapi masalah ini, Indonesia tidak akan bekerja sendirian. Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku ketua ASEAN saat ini, untuk menggalang kekuatan menghadapi dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat.

Baca juga artikel terkait KEBIJAKAN DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto