Menuju konten utama

Indeks Keyakinan Konsumen Turun Jadi 122,9 pada Maret 2026

Meski Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026, BI menilai persepsi ekonomi tetap berada di zona optimis.

Indeks Keyakinan Konsumen Turun Jadi 122,9 pada Maret 2026
Pedagang menyiapkan barang dagangannya di Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/4/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 berada di level optimis sebesar 122,9. Meski begitu, IKK Maret lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yakni sebesar 125,2.

"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan 6 bulan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis, masing-masing pada 115,4 dan 130,4," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Maret 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan IKK tertinggi tercatat pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp4,1-5 juta sebesar 125,7. Sebaliknya, meski mengalami peningkatan dibanding Februari 2026, IKK Maret untuk masyarakat dengan pengeluaran Rp1-2 juta menjadi yang terendah, yakni hanya sebesar 114,7.

Berdasarkan usia, IKK juga tetap di level optimis pada seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada penduduk usia 20-30 tahun yang sebesar 129,6. Meski begitu, posisi tersebut turun cukup tajam dari IKK Februari pada kelompok usia 20-30 tahun yang masih sebesar 133,7.

Di sisi lain, kendati masih menjadi yang terendah (109,8), IKK kelompok usia lebih dari 60 tahun mengalami peningkatan optimisme dibandingkan periode sebelumnya.

"Sedangkan kelompok usia lainnya mengalami penurunan," tulis BI pada Survei tersebut.

Secara spasial, penurunan IKK terjadi di sebagian besar kota yang disurvei, terutama di Pontianak, Surabaya, dan Padang. Sementara itu, IKK mengalami peningkatan terbesar di Bandung, Bandar Lampung, dan Samarinda.

Sejalan dengan IKK, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia saat ini juga mencatatkan penurunan, dari sebelumnya 155,9 menjadi 155,4 di Maret 2026. Meski begitu, tetap kuatnya IKE ditopang oleh kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang tercatat sebesar 129,2, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 125,0.

"Sementara itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 107,8 dan 109,2, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 110,7 dan 112,0," kata laporan itu.

Sama halnya dengan IKK dan indeks persepsi konsumen, ekspektasi konsumen selama enam bulan ke depan juga mencatatkan penurunan. Pada Maret 2026, indeks ekspektasi konsumen (IEK) dilaporkan sebesar 130,4, turun dari bulan sebelumnya sebesar 134,4.

Kondisi ini tidak lain dipengaruhi oleh optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 137,7, 128,0, dan 125,5.

"Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Meskipun mayoritas kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok Rp4,1-5 juta sebesar 139,6," tulis BI.

Ekspektasi ketersediaan lapangan kerja pun mengalami penurunan dari yang sebelumnya masih di level 131,7. Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja tercatat meningkat hanya pada kelompok usia lebih dari 60 tahun dengan indeks sebesar 118,3.

Penurunan juga terjadi pada ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha selama enam bulan ke depan. Pada Februari 2026, indeks ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha tercatat masih sebesar 130,9, kemudian turun menjadi 125,5 di bulan lalu.

"Ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan tercatat meningkat pada kelompok pengeluaran Rp4,1-5 juta dengan indeks sebesar 129,4. Berdasarkan kelompok

usia, seluruh indeks berada pada zona optimis meskipun mengalami penurunan," kata BI.

Baca juga artikel terkait INDEKS KEYAKINAN KONSUMEN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah