Menuju konten utama

Impor Ilegal Tiffany & Co, Purbaya Endus Praktik Kongkalikong

Purbaya menduga ada keterlibatan pegawai Bea Cukai dalam praktik impor ilegal toko perhiasan mewah Tiffany & Co tersebut.

Impor Ilegal Tiffany & Co, Purbaya Endus Praktik Kongkalikong
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Menteri Keuangan menyatakan optimis ekonomi nasional bisa tumbuh enam persen yang didukung dari Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian nasional pada 2026. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap penyegelan tiga gerai perhiasan mewah Tiffany & Co, karena tak membayar bea masuk secara penuh. Sebab, saat diminta menunjukkan dokumen perdagangan, pengelola tidak bisa memenuhinya.

"Sebagian besar yang masuk itu barangnya memang enggak bayar. Dicuriga ini selundupan atau enggak, disuruh kasih lihat form perdagangannya, mereka enggak bisa tunjukkan. Jadi, memang itu barang Spanyol," kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dia menjelaskan barang yang dijual di toko perhiasan mewah tersebut diketahui masuk secara ilegal melalui praktik under invoicing atau pelaporan nilai barang lebih rendah dari sebenarnya serta penyelundupan murni. Purbaya menduga ada keterlibatan pegawai Bea Cukai dalam praktik impor ilegal tersebut.

"Iya, masuknya enggak bayar. Sebagian ada yang separuh, ada yang under invoicing. Itu kelihatan semua. Sepertinya ada (kongkalikong dengan pegawai Bea Cukai)" kata Purbaya

Purbaya menegaskan penyegelan ini menjadi pesan keras bagi pelaku usaha yang selama ini merugikan negara. Pendapatan negara dari sektor bea dan cukai serta pajak disebut turun akibat praktik ilegal semacam ini.

"Message yang baik kepada pelaku bisnis yang enggak terlalu fair, yang merugikan saya, sehingga income-nya dari Bea Cukai dan pajak turun, bahwa ke depan hal seperti itu enggak bisa mereka lakukan lagi. Sebagian sudah insaf, katanya ada yang mau bayar," ujarnya.

Terkait oknum Bea Cukai yang diduga terlibat, Purbaya memastikan akan menelusurinya. Ia mengaku akan berkomunikasi lebih lanjut dengan jajarannya untuk memetakan siapa saja yang bermain.

"Nanti kita lihat siapa yang terlibat. Itu, kan, yang lama-lama. Ini, kan, pejabat-pejabat baru saya taruh, setelah saya puter-putar, yang baik yang di depan. Jadi dia berani bertindak. Ya saya lihat bagus saja, nanti saya lihat gimana sih hukumnya," ucapnya.

Tiga toko perhiasan mewah Tiffany and Co disegel Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta berada di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place, Rabu (11/2/2026).

Baca juga artikel terkait IMPOR ILEGAL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama