tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku sempat meminta data importir besar alias cukong-cukong yang berada di balik praktik impor ilegal pada akhir 2025.
Hal itu dilakukan Purbaya setelah melakukan upaya penutupan akses atas impor barang-barang ilegal, termasuk ballpress pakaian bekas di berbagai pintu pelabuhan yang ada di seluruh Indonesia.
Namun, data itu tidak bisa didapatkannya karena para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku kesulitan untuk menelusuri siapa importir yang mengirim ballpress pakaian bekas ke Indonesia.
“Orang-orang di Keuangan juga agak-agak aneh. Misalnya, ballpress masuk, kan, ketahuan ininya siapa, ada pemain besar berapa yang masuk. ‘Oke, kamu cari deh cukong-cukong yang besarnya’. Saya yakin, mereka punya. Kasih ke saya informasinya. Laporannya apa? ‘Wah, nggak bisa, Pak. Itu susah sekali nyarinya’, udah begini, udah begitu,” akunya, dalam acara Semangat Awal Tahun 2026, di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Meski begitu, Purbaya yakin pegawai DJBC sesungguhnya telah mengantongi nama-nama cukong yang mengirimkan ballpress pakaian bekas tersebut. Hanya saja, ada oknum yang sengaja menyembunyikan nama-nama besar importir barang ilegal tersebut.
“Dalam hati gue, ‘udah tahu lah, masuk angin lu’. Itu masih terjadi,” tutur dia.
Namun, seiring dengan adanya ancaman pembekuan Otoritas Bea dan Cukai oleh Presiden Prabowo Subianto, Purbaya mengaku para pegawai DJBC sudah mulai berbenah. Sehingga, ia pun optimis cukong-cukong yang mengimpor barang ilegal dan menjadi salah satu sebab bocornya penerimaan negara bisa segera disikat.
“Sebentar lagi kita bereskan. Saya enggak tahu akan seberapa cepat, tapi akan saya beresin. Tapi, kan, ada tuh gerakan memperbaiki diri, saya biarin aja,” tambah Purbaya.
Sebelumnya Bendahara Negara itu mengaku bakal memberikan hukuman berupa larangan impor seumur hidup bagi para pengusaha yang tertangkap mengimpor ballpress pakaian bekas. Tidak hanya itu, ia juga mengancam bakal mengenakan denda hingga memenjarakan para importir nakal tersebut.
"Jadi, nanti barangnya dimusnahkan, orangnya didenda, dipenjara juga, dan akan di-blacklist. Pihak yang terlibat itu akan saya larang impor seumur hidup," jelas Purbaya, Senin (27/10/2025).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































