Menuju konten utama

Imbas Perang, Bagaimana Harga Minyak Dunia Hari Ini?

Setelah AS umumkan Iran-Israel gencatan senjata, ini update harga minyak dunia di tengah gejolak geopolitik.

Imbas Perang, Bagaimana Harga Minyak Dunia Hari Ini?
selat hormuz. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak dunia turun setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan jika Israel, Iran, dan AS sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Penurunan harga minyak dunia ini disambut suka cita oleh banyak negara setelah harga minyak terus melonjak akibat konflik Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman di akun Truth Social miliknya, @realDonaldTrump, yang mengatakan jika Iran dan Israel telah sepakat untuk ceasefire atau gencatan senjata.

“Israel & Iran datang kepada saya, hampir bersamaan, dan berkata, "DAMAI!" Saya tahu waktunya adalah SEKARANG. Dunia, dan Timur Tengah, adalah PEMENANG sejati! Kedua Negara akan melihat CINTA, DAMAI, DAN KESEJAHTERAAN yang luar biasa di masa depan mereka.” tulis Trump.

“Mereka memiliki begitu banyak hal untuk diperoleh, namun, begitu banyak hal yang akan hilang jika mereka menyimpang dari jalan KEBENARAN & KEBENARAN. Masa depan untuk Israel & Iran adalah TAK TERBATAS, & penuh dengan JANJI besar. TUHAN MEMBERKATI KALIAN BERDUA!” lanjutnya.

Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun Setelah Iran dan Israel Sepakati Ceasefire

Unggahan Trump yang mengatakan jika dua negara berkonflik, Iran dan Israel menyepakati ceasefire atau gencatan senjata disambut hangat pasar global. Harga minyak dunia yang terus meroket setelah pecah konflik Iran vs Israel langsung turun.

Dilaporkan The Strait Times, patokan minyak mentah global Brent turun sebanyak 4,5 persen menjadi 68,23 dolar AS per barel pada perdagangan awal Asia. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pagi ini diperdagangkan pada 65,54 dolar AS per barel.

"Para pedagang kini yakin bahwa risiko guncangan pasokan kini sudah berlalu. Prospek konflik berkepanjangan dengan keterlibatan AS telah mengubah harga (minyak)." ujar kepala penelitian Pepperstone Group, Chris Weston.

Awalnya kekhawatiran mengenai pasokan minyak mentah dunia akan terganggu setelah AS ikut menyerang Iran. Iran yang menjadi “penguasa” di Selat Hormuz mendapat tekanan dari parlemen mereka untuk menutup jalur perdagangan minyak yang menghubungkan para negara Arab penghasil minyak dengan negara-negara lain di dunia.

Namun, AS dengan sigap meminta China, sebagai negara tujuan ekspor minyak Iran utama untuk menghubungi Teheran dan meyakinkan mereka untuk tidak melakukan tindakan tersebut. AS melihat jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz itu bisa diartikan sebagai tindakan bunuh diri karena Iran juga sangat bergantung pada perdagangan di kawasan itu.

Iran dilaporkan telah melakukan serangan ke Doha, Qatar pada Senin malam kemarin. Mereka menyasar pangkalan militer udara AS, Al Udeid yang berada di Doha sebagai respons terhadap serangan AS ke kawasan nuklir mereka.

Namun, dilansir Axios, sebuah sumber menyebut jika Iran telah memberi tahu Gedung Putih melalui Qatar jika mereka tidak akan melancarkan serangan lainnya dan akan melanjutkan proses perundingan perdamaian. Gedung Putih menyambut baik dan menyampaikan pada Qatar untuk diteruskan pada Iran jika AS juga tidak akan melancarkan serangan balasan.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Elisabet Murni P