tirto.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan langkah penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari serta efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara terukur dan bertahap.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi.
Melalui keterangan resminya, Senin (23/3/2026), Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan langkah proaktif dan efisiensi nasional tanpa mengganggu pelayanan publik maupun kesiapsiagaan negara.
"Sebagai tindak lanjut, Kemhan dan TNI melakukan penyesuaian internal yang bersifat administratif dan manajerial. Efisiensi difokuskan pada aspek pendukung, sementara operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama dan dijaga secara optimal," dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan, Senin (23/3/2026).
Secara terperinci, langkah efisiensi dimaksud mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas. Meski demikian, seluruh kebijakan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan kerja.
Sementara itu, penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari akan diarahkan pada fungsi-fungsi tertentu yang memungkinkan.
Di luar dua hal tersebut, Kemhan dan TNI juga menyiapkan pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas.
Kemhan menegaskan bahwa efisiensi ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat. Pemerintah juga menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman.
"Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara," lanjut keterangan resmi tersebut.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































