Menuju konten utama

IHSG Ditutup Anjlok 1,89% ke Level 7.164

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks terpantau ditutup melemah, dengan sektor energi turun paling dalam sebesar 2,67 persen.

IHSG Ditutup Anjlok 1,89% ke Level 7.164
Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan kelompok 45 saham unggulan indeks LQ45 turun 33,16 poin atau 3,98 persen ke posisi 800,37. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 7.164,091 pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Mengutip RTI Business, indeks turun 138 poin atau sebesar 1,89 persen dari perdagangan hari sebelumnya yang finish di posisi 7.302,12.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 292 saham menguat, 380 melemah dan 148 saham stagnan atau belum mengalami perubahan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12.620 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa tercatat cukup aktif dengan 31,1 miliar saham berpindah tangan melalui 1.725.785 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp32,3 triliun.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks terpantau ditutup melemah, dengan sektor energi turun paling dalam sebesar 2,67 persen.

Sektor industri dasar turun 2,16 persen, sementara sektor perindustrian melemah 2,65 persen. Sektor barang konsumen siklikal juga turun 2,16 persen.

Sektor teknologi tercatat melemah 1,64 persen, diikuti sektor infrastruktur yang turun 1,61 persen. Sektor kesehatan melemah 0,84 persen, sektor keuangan turun 0,62 persen, dan sektor properti terkoreksi 0,73 persen.

Sementara itu, sektor transportasi dan logistik menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 2,68 persen. Adapun sektor barang konsumen non-siklikal turun tipis sebesar 0,1 persen.

Baca juga artikel terkait LATETS NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana