Menuju konten utama

IHSG Anjlok 2,57% ke 7.915, Purbaya Ungkap Penyebabnya

Purbaya nilai pergerakan IHSG hari ini lebih banyak dipengaruhi sentimen global.

IHSG Anjlok 2,57% ke 7.915, Purbaya Ungkap Penyebabnya
Pekerja berjalan di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/8/2025). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai All Time High (ATH) ke level 8.000 dalam perdagangan intraday saat Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2025. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (17/10/2025). IHSG ditutup melemah ke level 7.915, turun 2,57 persen atau 209,10 poin.

Sebelum penutupan, indeks sempat mengalami peningkatan di awal sesi perdagangan sebelum akhirnya melemah di tengah perdagangan. Bahkan, IHSG sempat terpuruk di 3,28 persen di sesi kedua dengan titik terendah di level 7.854,30.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini terlihat bahwa 116 saham mengalami penguatan, 598 saham melemah, dan 94 saham stagnan. Adapun, nilai transaksi mencapai Rp28,44 triliun dengan volume 40,16 miliar saham.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengomentari turunnya IHSG ini. Menurutnya, penurunan indeks saham hari ini dipengaruhi oleh sentimen global dan merupakan hal yang wajar dalam mekanisme pasar.

"Itu kan dipengaruhi juga global sentiment kan nggak apa-apa. Kalau orang bursa atau broker kalau indeksnya naik terus dia rugi, nggak bisa trading atau flat atau turun terus yang bagus adalah in between mereka bisa ambil untung,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan bahwa sentimen pasar bisa digerakkan oleh pemberitaan. Ia mencontohkan berita yang dilaporkan oleh Bloomberg TV.

“Kalau anda liat Bloomberg TV itu selalu begitu nanti 2 minggu beritanya jelek, 2 minggu lagi bagus, 2 minggu lagi jelek, terus 2 minggu lagi bagus, kadang-kadang saya mikir kenapa nggak dijadiin satu, dikontradiksi langsung,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bloomberg TV ini sesuai dengan keinginan broker yang di baliknya. Dengan pemberitaan positif harga saham akan bergerak naik dan begitu pula sebaliknya.

“Karena mereka berkepentingan market naik dan turun. Di belakangnya ada broker-broker kan. Ini nggak apa-apa yang penting ini perbaikan yang kita sedang lakukan ini betul-betul sustain atau tidak atau saya ngomong doang, nanti mereka akan sadar nggak lama lagi bahwa saya serius itu akan baik lagi,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana