tirto.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan temuan serius terkait penyusupan dan penguasaan lahan hutan lindung di Indonesia.
Ia mengatakan, dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun terakhir, sekitar 4 juta hektare hutan lindung dan taman nasional telah diduduki secara ilegal oleh perkebunan kelapa sawit.
"Karena rupanya dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, 4 juta hektar hutan lindung, taman nasional, telah diduduki secara ilegal oleh perkebunan kelapa sawit," kata Hashim dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Hashim menyebut perluasan sawit ilegal tersebut dilakukan oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai pengusaha nakal. Kondisi ini, menurut dia, terjadi karena kawasan konservasi tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.
"Yang ditanam oleh, katakanlah, izinkan saya bilang pengusaha-pengusaha nakal. Karena taman-taman nasional ini tidak dilindungi. Baik secara sengaja maupun tidak sengaja tidak terlindungi," jelas Hashim.
Pengungkapan tersebut disampaikan Hashim sebagai bagian dari pemaparan mengenai persoalan lingkungan yang tengah dihadapi Indonesia. Ia kemudian menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah serius dalam upaya perlindungan lingkungan.
Prabowo, lanjut Hashim, berencana melakukan reboisasi atau penghijauan kembali terhadap 12,7 juta hektare lahan kritis, sekaligus memperkuat konservasi dan pengembangan kawasan cagar alam.
"Jadi ini hanyalah dua contoh dari Prabowo. Niat nyata pemerintah untuk melindungi lingkungan," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































