tirto.id - Harga minyak mentah WTI anjlok 0,73 persen ke level 56,90 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini, Senin (5/1/2025) pukul 14.02 setelah sempat meningkat di level 57,34 dolar AS pada pagi ini. Sementara harga minyak Brent rontok 0,70 persen ke level 60,32 dolar AS per barel.
David Chao, ahli strategi pasar global untuk Asia-Pasifik di Invesco, Singapura, menilai bahwa pasar minyak masih mencermati dampak intervensi Amerika Serikat di Venezuela dan hasil pemungutan suara OPEC+ yang memutuskan untuk mempertahankan produksi minyak tetap atau tidak berubah pada Minggu (4/1/2026).
“Reaksi pasar Asia dalam jangka pendek masih relatif terbatas, dengan investor sebagian besar mengabaikan perkembangan sepanjang akhir pekan,” ujarnya seperti dikutip Reuters, Senin (5/1/2026).
“Di Asia Timur Laut, fokus tetap kuat pada dorongan struktural dari meningkatnya investasi AI, yang lebih besar pengaruhnya dibanding kekhawatiran geopolitik,” lanjutnya.
Namun, mengutip Trading Economics, beberapa analis memperkirakan gangguan pasokan hanya akan berdampak terbatas. Laporan yang sama mencatat bahwa Venezuela saat ini memproduksi kurang dari 1 juta barel minyak mentah per hari, menyumbang kurang dari 1 persen dari produksi global.
“Yang lain memperingatkan bahwa harga minyak bisa naik nanti tahun ini di tengah kekhawatiran bahwa tekanan AS yang lebih agresif terhadap lawan global, termasuk Iran, dapat memperketat kondisi pasokan,” tulis analisa yang sama.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































