Menuju konten utama

ESDM Minta K3S Prioritaskan Pasokan Minyak Buat Kilang Domestik

Hingga Februari 2026, konsumsi BBM telah mencapai 5,88 juta kiloliter, didominasi oleh jenis Pertalite atau RON 90 yang mencapai 28,19 juta kiloliter.

ESDM Minta K3S Prioritaskan Pasokan Minyak Buat Kilang Domestik
ilustrasi tambang gas. foto/shutterstock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Sesditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), M Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengaku telah meminta badan usaha kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas untuk memprioritaskan pasokan minyak mentah kepada dalam negeri.

Hal ini diperlukan agar feedstock bagi kilang-kilang di dalam negeri tetap bisa terpenuhi di tengah krisis minyak mentah akibat perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Untuk minyak atau minyak mentah atau crude oil, kami telah menginstruksikan kepada seluruh K3S agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor," ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RPD) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

"Artinya, crude produksi untuk yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizwi juga menjelaskan, realisasi produksi minyak dan gas (migas) domestik pada 2025 mencapai 606.000 barel per hari (bph). Dengan capaian tersebut, pemerintah menargetkan lifting migas dapat meningkat menjadi 610.000 bph di tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatan eksplorasi dari sumur-sumur minyak di dalam negeri.

Hingga 31 Maret 2026, minyak yang sudah ditemukan dan ada di reservoir/lapangan tapi belum bisa diangkat (dead stock) mencapai sebesar 2,56 juta barel. Sementara cadangan yang sudah siap dieksploitasi mencapai 430.000 barel.

"Nah, untuk dead stock, kami upayakan dengan teknologi menggunakan chemical dan bakterial anaerob, yang 2,56 juta barel ini kita upayakan untuk bisa di-lifting untuk bulan-bulan berikutnya," ucapnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menerangkan bahwa konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada 2025 mencapai 36,98 juta kiloliter.

Sementara hingga Februari 2026, konsumsi BBM telah mencapai 5,88 juta kiloliter, didominasi oleh jenis Pertalite atau RON 90 yang mencapai 28,19 juta kiloliter.

"Selanjutnya untuk konsumsi BBM nasional gasoil tahun 2025 mencapai 40,48 juta kiloliter serta konsumsi sampai dengan Februari [2026] adalah sebesar 6,57 juta kiloliter. Dengan konsumsi tertinggi adalah CN 48, sebesar 39,02 juta kiloliter," tuturnya pada kesempatan yang sama.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana