tirto.id - Jabatan Komisaris dan Direksi di tubuh Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) menjadi rebutan sejumlah figur, termasuk mantan calon anggota legislatif dari Partai Gerindra dan Golkar. Seleksi terbuka untuk tiga posisi strategis di PITS kini telah memasuki tahap wawancara dan presentasi konsep.
Dari 11 pendaftar yang lolos seleksi administrasi, lima orang bersaing memperebutkan posisi Komisaris. Di antaranya, tercatat nama-nama eks caleg seperti Muhamad Taslim (Gerindra 2024), Imam Mahendra (Golkar 2019), serta Tubagus Imamudin (PPP 2024). Dua nama lain berasal dari kalangan non-parpol, Iqbal Utama dan Wini Septiana Sari, dengan Wini merupakan eks pegawai Perseroda PITS.
Seleksi dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari asesmen kompetensi di PLP UIN Syarif Hidayatullah pada 21–22 Juli 2025, hingga wawancara akhir dan pemaparan makalah di Hotel Pranaya Serpong pada Rabu (23/7/2025).
“Hari ini kami masuk tahap presentasi dan wawancara. Semua peserta menyampaikan gagasan serta konsep strategis untuk mengembangkan PITS,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo.
Bambang menambahkan, proses seleksi merupakan tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), menyusul berakhirnya masa jabatan komisaris, direktur operasional, dan direktur umum.
“Seleksi ini sesuai arahan RUPS. Tujuannya untuk mengisi kekosongan jabatan dan meningkatkan performa Perseroda. Kriteria utama tetap mengedepankan profesionalisme dan kemampuan melayani kepentingan publik,” jelasnya.
Dominasi Politisi, Profesional Terpinggirkan?
Keterlibatan eks caleg dalam seleksi jabatan komisaris memicu sorotan. Selain Taslim yang mengakui pernah maju dari Partai Gerindra pada Pemilu 2024, Imam Mahendra juga tercatat sebagai caleg Partai Golkar pada 2019. Sementara Tubagus Imamudin berasal dari PPP.
Muhamad Taslim mengaku saat ini tidak lagi aktif di Gerindra. Ia menyatakan fokusnya kini untuk memperbaiki tata kelola dan layanan PITS, terutama distribusi air bersih.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan prima dan tata kelola yang akuntabel. Fokusnya tetap pada kebutuhan dasar warga seperti air bersih,” kata Taslim.
Wini Septiana, satu-satunya perempuan di bursa komisaris, menyampaikan bahwa dirinya menawarkan gagasan agar PITS menjadi badan usaha yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“PITS harus berdampak langsung ke masyarakat. Jangan hanya mengejar profit, tapi bagaimana bisa mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.
Selain jabatan komisaris, posisi direktur operasional dan direktur umum juga diperebutkan. Posisi direktur operasional diperebutkan tiga nama, yakni M. Iqbal Prayoga, Muhammad Kristiyono, dan Sugeng Santosa. Sementara posisi direktur umum dilamar oleh Agus Supadmo, Seven Fajarwati, dan Shinta Dewi Rengganis Arga.
Pemerintah Kota Tangsel sebagai pemilik saham mayoritas menekankan bahwa jabatan strategis di BUMD harus diisi oleh sosok yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu mengeksekusi kebijakan yang pro-rakyat.
“Bukan hanya memenuhi syarat administratif, tapi juga mampu menjawab tantangan bisnis BUMD. Targetnya adalah peningkatan pelayanan publik dan kebermanfaatan langsung bagi warga,” tegas Sekda Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo.
Menjawab isu yang menyebut seleksi ini berkaitan dengan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong, Bambang menampik hal tersebut.
“Proyek SPAM Karian tetap berjalan sesuai skema. Seleksi ini tidak terkait langsung dengan proyek tersebut, tapi lebih pada kebutuhan kelembagaan akibat berakhirnya masa jabatan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sejauh ini progres SPAM Karian–Serpong masih berada dalam tahap finalisasi teknis dan perjanjian kerja sama.
=====
Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































