Menuju konten utama

Dituduh Jadi Preman & Peras UPT, Abdul Wahid: Ini Kezaliman!

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid justru mengaku pernah diancam oleh SF Hariyanto dengan rekaman.

Dituduh Jadi Preman & Peras UPT, Abdul Wahid: Ini Kezaliman!
Terdakwa kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas PUPR PKPP Riau Abdul Wahid (kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Pekanbaru, Riau, Kamis (25/6/2026). Sidang lanjutan tersebut beragenda mendengarkan keterangan dua saksi ahli yang dihadirkan penasehat hukum terdakwa yaitu pakar Otonomi Daerah Indonesia Djohermansyah Djohan dan pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Terdakwa kasus dugaan korupsi sekaligus Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, meradang setelah dituduh bertindak layaknya preman dan memeras kepala UPT di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau. Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (2/7/2026), Wahid membantah keras seluruh tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah kezaliman.

Dalam persidangan, penasihat hukum menanyakan apakah Wahid pernah mengancam akan mencopot kepala UPT yang tidak mengikuti perintah kepala dinas. Wahid membantah tuduhan tersebut.

“Tidak ada, Saya tidak pernah dalam hidup saya mengancam-ngancam orang,” lontarnya saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Wahid menegaskan, selama menjabat sebagai gubernur, ia tidak pernah memerintahkan bawahannya mencari uang untuk kepentingan pribadinya.

Menurutnya, tuduhan yang dialamatkan kepadanya telah merusak nama baik serta martabat dirinya dan keluarganya.

"Saya dituduh menjadi preman, saya dituduh memeras, demi Allah semenjak saya sampai hari ini saya tidak pernah meminta-minta dari siapa pun. Saya merasa ini sebuah kezaliman bagi saya," lanjutnya.

Mengaku Diancam dan Diusung Tokoh Riau

Sidang Gubernur Riau nonaktif

Suasana sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di PN Pekanbaru, Kamis (2/7/2026). Foto: tirto.id/ Abdul Haris

Dalam kesempatan itu, Wahid juga menceritakan proses dirinya maju sebagai calon gubernur Riau. Ia mengaku semula menginginkan SF Hariyanto menjadi calon gubernur.

Namun, berdasarkan hasil survei saat itu, elektabilitas SF Hariyanto dinilai belum mampu menyaingi rivalnya yakni Syamsuar.

Karena itu, kata Wahid, sejumlah tokoh masyarakat Riau, termasuk Ustadz Abdul Somad, mendatanginya dan memintanya maju sebagai calon gubernur.

“Setelah survei hasilnya tidak kuat melawan Syamsuar. Karena pak survei Syamsuar tinggi. Lalu dia [SF Hariyanto] meminta saya menjadi gubernur. Saya juga didatangi tokoh-tokoh termasuk Ustadz Abdul Somad untuk meminta menjadi gubernur,” lanjutnya.

Wahid juga mengaku pernah diancam oleh SF Hariyanto dengan menunjukkan rekaman penyidikan kasus PON Riau. Peristiwa itu kemudian dia ceritakan kepada Ustadz Abdul Somad.

Jaksa penuntut umum lantas menanyakan alasan Wahid tidak menempuh jalur hukum atas dugaan ancaman tersebut. Wahid menjawab dirinya lebih memilih menjaga hubungan baik dengan SF Hariyanto.

“Saya lebih mengutamakan persahabatan, maka itu saya laporkan ke UAS. saya lebih baik mundur daripada harus bertengkar dengan teman,” ucapnya.

Mengakhiri keterangannya, Wahid mengungkapkan pesan ibunya yang selalu ia pegang dalam menjalani kehidupan dan mengemban jabatan.

"Pesan ibu saya, selama menjalankan sesuatu harus jujur dan ikhlas. Jangan jadikan jabatan sebagai tolak ukur dalam segala sesuatu. Saya tidak pernah menjadikan jabatan ini sebagai panduan hidup saya. Saya menganggap jabatan ini hanya untuk mengabdi," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait GUBERNUR RIAU atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah