Menuju konten utama

Danantara Terus Terbitkan Surat Utang Akomodasi Minat Investor

Langkah ini dilakukan Danantara bagian dari kelanjutan dari kesuksesan penerbitan Patriot Bonds pada September 2025.

Danantara Terus Terbitkan Surat Utang Akomodasi Minat Investor
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp162 triliun yang berfokus pada proyek pembangkit energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, dan desalinasi air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memastikan akan terus menerbitkan surat utang jangka panjang guna mengakomodasi tingginya minat dari para calon investor.

MD Finance Danantara Investment Management, Djamal Attamimi menjelaskan, langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penerbitan Patriot Bonds pada September 2025.

"Memperhatikan tingginya minat investor terhadap Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025, Danantara Indonesia akan terus mengakomodasi minat calon investor, termasuk melalui penerbitan Surat Utang Jangka Panjang yang bersifat privat dan sukarela," ujar Djamal dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Djamal bilang seluruh inisiatif pembiayaan ini dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. Sebagai sovereign wealth fund, Danantara berkomitmen untuk mengelola mandatnya secara profesional dan transparan.

"Inisiatif pembiayaan seperti ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," tambahnya.

Adapun, PT Danantara Investment Management (Persero) menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) dengan total nilai mencapai Rp7 triliun. Surat utang tersebut diterbitkan hari ini, Selasa (17/3/2026).

Danantara akan menerbitkan dua seri MTN sekaligus. Masing-masing seri memiliki nilai nominal Rp3,5 triliun, sehingga total dana yang dihimpun dari penerbitan ini mencapai Rp7 triliun.

Surat utang ini menawarkan imbal hasil tetap sebesar 2 persen per tahun, dengan tenor yang berbeda, yakni Seri A berjangka waktu lima tahun satu hari kalender dan Seri B selama tujuh tahun.

Sebelumnya, Danantara berhasil meraup dana obligasi Patriot Bond senilai Rp50 triliun. Anggaran jumbo ini digunakan untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) dan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE).Akomodasi Minat Calon Investor

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memastikan akan terus menerbitkan surat utang jangka panjang guna mengakomodasi tingginya minat dari calon investor.

MD Finance Danantara Investment Management, Djamal Attamimi menjelaskan, langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penerbitan Patriot Bonds pada September 2025.

"Memperhatikan tingginya minat investor terhadap Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025, Danantara Indonesia akan terus mengakomodasi minat calon investor, termasuk melalui penerbitan Surat Utang Jangka Panjang yang bersifat privat dan sukarela," ujar Djamal dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Djamal bilang seluruh inisiatif pembiayaan ini dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. Sebagai sovereign wealth fund, Danantara berkomitmen untuk mengelola mandatnya secara profesional dan transparan.

"Inisiatif pembiayaan seperti ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," tambahnya.

PT Danantara Investment Management (Persero) menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) dengan total nilai mencapai Rp7 triliun. Surat utang tersebut diterbitkan hari ini, Selasa (17/3/2026).

Danantara akan menerbitkan dua seri MTN sekaligus. Masing-masing seri memiliki nilai nominal Rp3,5 triliun, sehingga total dana yang dihimpun dari penerbitan ini mencapai Rp7 triliun.

Surat utang ini menawarkan imbal hasil tetap sebesar 2 persen per tahun, dengan tenor yang berbeda, yakni Seri A berjangka waktu lima tahun satu hari kalender dan Seri B selama tujuh tahun.

Sebelumnya, Danantara berhasil meraup dana obligasi Patriot Bond senilai Rp50 triliun. Anggaran jumbo ini digunakan untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) dan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE).

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama