tirto.id - Danantara mempercepat proses perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari seribuan perusahaan menjadi sekitar 250 entitas.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses konsolidasi BUMN berjalan secara bertahap dan terus berjalan. Sejumlah perusahaan telah ditutup, beberapa lainnya sudah mengalami konsolidasi.
Dia menjelaskan, untuk bulan ini ditargetkan merger seluruh aset manajemen BUMN akan rampung, juga proses penataan ulang BUMN Danareksa yang akan dikembalikan menjadi manajer investasi.
"Bulan ini kita akan selesai merger aset manajemen kita, ini akan selesai. Kemudian penataan ulang Dana Reksa juga akan selesai pada bulan ini," ujar Dony usai menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Kemenkeu, Rabu (6/5/2026).
Kepala BP BUMN itu menambahkan bahwa proses perampingan ini tidak berhenti pada dua item tersebut. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan mengingat jumlah entitas BUMN yang sangat besar.
"Jadi satu-satu terus aja, setiap hari akan berlanjut terus karena jumlahnya banyak kan," kata Dony.
Sebelumnya, Danantara telah melikuidasi 167 perusahaan negara dalam setahun terakhir. Langkah perampingan ini dipastikan tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.
"Yang total yang sudah dilikuidasi itu, percaya saya sampai dengan hari ini, sudah sekitar 167 perusahaan. Semua kita lakukan dengan proper," ujar Dony di Hotel Mulia, dikutip Rabu (29/4/2026).
Dony menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan pada sisi proses bisnis perusahaan, bukan pada tenaga kerja. Dengan pembenahan pada proses bisnis diharapkan justru akan mendatangkan kesejahteraan bagi karyawan.
"Kita di sisi bisnis prosesnya. Bukan di sisi karyawan. Ini akan menciptakan perusahaan-perusahaan yang sehat yang justru ke depannya bisa dinikmati oleh para karyawan," kata dia.
Langkah likuidasi terhadap 167 perusahaan itu merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk memangkas jumlah BUMN dari 1.077 menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan. Seluruh proses perampingan ditargetkan rampung pada 2026, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































