tirto.id - Para penumpang kapal pesiar tempat merebaknya hantavirus kini dijadwalkan bertolak dari Afrika barat menuju Kepulauan Canary, Spanyol untuk mendapatkan penanganan medis. Berapa jumlah penumpang yang terinfeksi kini?
Seturut BBC, Kementerian Kesehatan Spanyol telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi tempat penanganan medis bagi penumpang kapal MV Hondius, tempat merebaknya hantavirus. Para pejabat Spanyol kini dilaporkan sedang menentukan lokasi tempat kapal itu dapat berlabuh di kepulauan Canary.
Perjalanan menuju Kepulauan Canary tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026). Nantinya, para penumpang MV Hondius diperkirakan mencapai kepulauan di Spanyol tersebut dalam waktu tiga hingga empat hari.
Perusahaan operator MV Hondius, Oceanwide Expeditions, juga telah mengonfirmasi perjalanan kapal tersebut ke Spanyol. Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut menyebut telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan perjalanan menuju Spanyol.
Sementara itu, Spanyol dipilih menjadi negara tempat berlabuh setelah Tanjung Verde dipastikan “tidak dapat melakukan operasi” penanganan medis para penumpang. Spanyol kemudian dinilai sebagai tempat dengan fasilitas kesehatan memadai yang paling dekat.
“Kepulauan Canary adalah lokasi terdekat dengan kemampuan yang diperlukan. Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antaranya beberapa warga negara Spanyol,” tulis pernyataan tersebut.
Setiba di Kepulauan Canary, para awak kapal dan penumpang nantinya akan diperiksa, mendapatkan perawatan yang dibutuhkan, dan dapat memulai perjalanan pulang jika sudah diperkenankan. Kementerian Kesehatan Spanyol menjelaskan bahwa semua interaksi para penumpang MV Hondius akan dilakukan dalam “ruang dan transportasi khusus”.
Kementerian tersebut juga memastikan akan memberlakukan isolasi demi “menghindari semua kontak dengan penduduk setempat dan memastikan keselamatan petugas kesehatan”.
Jumlah Korban Hantavirus
Berdasarkan rilis terbaru WHO per Senin (4/5), jumlah korban hantavirus yang telah teridentifikasi kini berjumlah tujuh orang. Dua di antaranya telah terkonfirmasi secara medis, sementara yang lainnya masih berstatus diduga terinfeksi.
Sedangkan, jumlah korban tewas dalam insiden wabah hantavirus ini kini mencapai tiga orang. Masing-masing adalah seorang pria Belanda, seorang perempuan Belanda, dan seorang perempuan Jerman.
Namun, tidak semua dari tiga kasus penumpang meninggal tersebut termasuk kasus yang telah terkonfirmasi secara medis. Satu di antara ketiganya adalah pasien terkonfirmasi, sementara belum ada konfirmasi medis terhadap dua korban tewas yang lain.
Berdasarkan kronologinya, pria Belanda merupakan penumpang pertama yang meninggal dunia. Ia tewas di kapal setelah kesehatannya memburuk dan dilaporkan mengalami gejala infeksi hantavirus.
Pria Belanda itu dilaporkan mengalami gejala pada 6 April lalu dan meninggal dunia di kapal pada 11 April setelah mengalami kesulitan bernapas. Uji mikrobiologi tidak dilakukan terhadap pria ini.
Korban tewas berikutnya adalah seorang wanita Belanda yang merupakan istri dari korban tewas pertama. Ia dilaporkan mengalami gejala pada 24 April. Sang istri sempat dievakuasi dengan pesawat ke Johannesburg, Afrika Selatan pada 25 April, namun ia meninggal dunia saat tiba di ruang gawat darurat pada 26 April.
Berbeda dari sang suami, tes mikrobiologi melalui PCR sempat dilakukan terhadap sang istri. Ketika hasil uji keluar pada Senin, sang istri dikonfirmasi telah terinfeksi hantavirus.
Kemudian, kasus penumpang tewas berikutnya terjadi pada seorang penumpang yang diidentifikasi sebagai perempuan dewasa berkebangsaan Jerman. Ia meninggal di kapal pada 2 Mei, namun statusnya hanya terduga terinfeksi karena tidak dilakukan uji mikrobiologi terhadap pasien ini.
Dari tiga kasus penumpang meninggal itu, hanya perempuan Belanda yang telah terkonfirmasi secara medis terinfeksi hantavirus. Sementara dua korban tewas lain belum ada konfirmasi medis.
Ketika perempuan Belanda sedang dievakuasi menuju Afrika Selatan, seorang penumpang lain melaporkan gejala pada 24 April. Penumpang ini diidentifikasi sebagai seorang pria berkebangsaan Inggris.
Pria Inggris ini melaporkan gejala pada 24 April dan kondisinya terus memburuk hingga 26 April. Ia kemudian dievakuasi ke Afrika Selatan pada 27 April untuk mendapatkan perawatan intensif. Hasil uji PCR atas pria Inggris ini keluar pada 2 Mei, menunjukkan bahwa ia juga positif terinfeksi hantavirus.
Selain empat penumpang tersebut, terdapat pula tiga penumpang lain yang menunjukkan gejala infeksi hantavirus dengan demam tinggi dan gejala gastrointestinal. Ketiganya dilaporkan masih berada di atas kapal, namun statusnya belum terkonfirmasi secara medis karena pemeriksaan masih berlangsung.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































