Menuju konten utama

5 Faktor Penyebab Hantavirus & Apakah Sudah Ada Obatnya?

Ketahui apa saja faktor penyebab terinfeksi Hantavirus dan pencegahannya beserta informasi apakah sudah ada obat untuk menangani penyakit akibat virus ini.

5 Faktor Penyebab Hantavirus & Apakah Sudah Ada Obatnya?
Ilustrasi hantavirus. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apa saja penyebab terinfeksi hantavirus? Apakah sudah ada obat yang bisa menangani penyakit yang disebabkan hantavirus? Simak penjelasannya di artikel ini.

Hantavirus merupakan bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit serius, bahkan hingga kematian. Virus ini berselubung dengan genom RNA tri-segmen berpolaritas negatif dan termasuk famili Bunyaviridae yang mencakup lebih dari 20 spesies Hantavirus yag berbeda.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus ini adalah sindrom paru hantavirus atau hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan demam berdarah dengan sindrom ginjal atau hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).

HPS merupakan penyakit yang menyerang paru-paru. Gejalanya biasanya muncul 1–8 minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

Bentuk gejalanya bisa mencakup batuk dan sesak napas karena paru-paru terisi cairan. Penyakit ini juga bisa berakibat fatal karena penderita bisa mengalami gagal pernapasan.

Sementara itu, HFRS merupakan penyakit parah yang menyerang ginjal. Gejalanya muncul dalam 1–2 minggu setelah terpapar virus. Bentuknya, mulai dari sakit kepala, demam, mual, hingga gagal ginjal yang bisa menyebabkan kelebihan cairan yang parah.

Faktor Penyebab Hantavirus

Hantavirus atau virus Hanta menyebar melalui hewan pengerat, seperti tikus dan mencit. Virus ini tidak bisa menular melalui kontak langsung antarmanusia, meski World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini menduga Hantavirus bisa menular dari manusia ke manusia.

Seseorang bisa tertular virus Hanta dengan menghirup aerosol (partikel padat atau cair yang terdapat di udara) yang terkontaminasi hasil air liur rodensia yang terjangkit virus ini.

Ada pula kemungkinan kecil lainnya, yakni manusia bisa terjangkiti virus ini melalui kulit yang pecah-pecah atau gigitan rodensia (hewan pengerat). Namun, tidak ada cara spesifik untuk mengidentifikasi apakah seekor hewan pengerat itu membawa penyakit Hantavirus atau tidak.

Pasalnya, hewan pengerat pembawa Hantavirus bersifat asimtomik atau tidak bergejala meskipun sudah terinfeksi. Selain itu, setiap jenis Hantavirus memiliki spesies inang rodensia yang berbeda satu sama lain.

Selengkapnya, berikut ini rincian faktor penyebab atau penyebaran utama Hantavirus:

  1. Menghirup partikel udara yang terkontaminasi hasil dari urin dan kotoran serta air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
  2. Menyentuh feses, liur, atau urin dari hewan pengerat yang terinfeksi Hantavirus.
  3. Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus Hanta.
  4. Kontak langsung dengan rodensia atau benda terkontaminasi.
  5. Gigitan hewan pengerat.
Faktor penyebab terpapar virus ini akan meningkat jika seseorang berada di kondisi yang membuatnya mudah terkontaminasi Hantavirus. Beberapa kondisi itu antara lain sebagai berikut:

  • Tinggal di rumah atau area yang banyak hewan pengerat.
  • Memiliki pekerjaan atau aktivitas yang membuat sering bersentuhan dengan hewan pengerat, seperti industri konstruksi atau jasa pengendalian hama.
  • Memiliki hobi berkemah, mendaki gunung, berburu, atau melakukan aktivitas di luar ruangan lainnya yang berpotensi tinggi untuk berkontak dengan hewan pengerat.

Apakah Sudah Ada Obat untuk Hantavirus?

Setiap orang dari segala kelompok usia, ras, jenis kelamin, berpotensi terpapar Hantavirus. Ini karena penyebaran virus terjadi melalui kontak dengan rodensia pembawa virus tersebut.

Oleh karena penyebab suatu penyakit adalah virus, diperlukan vaksin atau antivirus guna mencegahnya. Namun, hingga saat ini belum ada vaksin atau antivirus tersebut yang bisa digunakan.

Maka, penanganan penyakit ini masih sepenuhnya didasarkan pada perawatan suportif. Misalnya, yakni menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit pasien.

Pasien HFRS dengan insufisiensi ginjal berat mungkin memerlukan pemurnian darah ekstrakorporeal atau perawatan dialisis. Selain itu, mengutip laman resmi Alodokter (24/11/2025), beberapa metode penanganan atau pengobatan yang diberikan kepada pasien yang terinfeksi virus antara lain:

  • Pemberian oksigen tambahan melalui alat bantu napas, termasuk ventilator.
  • Pemberian obat antivirus, seperti ribavirin, untuk mengatasi infeksi virus pada HFRS tahap awal.
  • Pemberian obat atau infus untuk mengatasi syok, termasuk menormalkan kembali tekanan darah.
  • Pemberian cairan melalui infus untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai virus melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Virus

Baca juga artikel terkait VIRUS atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo