tirto.id - Hantavirus tergolong penyakit menular langka yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lain. Lantas apa saja gejala hantavirus dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan berikut.
Gejala awal hantavirus yang menyerang manusia hampir mirip flu. Namun, seiring waktu hantavirus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit serius.
Virus ini menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.
Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.
Apa Saja Gejala Hantavirus?
Melansir laman resmi ayosehat.kemenkes.go.id, tikus yang terkonfirmasi sebagai reservoir virus hanta merupakan jenis tikus yang dapat ditemukan di lingkungan rumah, sawah, ladang, hingga hutan.
Penularan penyakit terjadi melalui kontak langsung dengan reservoir utama melalui saliva, urin, feses yang mengenai kulit yang luka atau membrane mukosa. Selain itu, penularan hantavirus juga dapat terjadi secara aerosol melalui debu atau partikel halus yang terkontaminasi.
Pada tahap awal, gejala hantavirus seperti flu biasa yaitu demam, sakit kepala, menggigil, hingg batuk kering. Namun, gejala serius hantavirus baru akan tampak pada 2-3 minggu setelah seseorang terpapar. Gejala tersebut juga akan berbeda tergantung pada organ tubuh yang diserang.
Dalam laporan Centers For Disease Control And Prevention yang terbit pada 13 Mei 2024, gejala hantavirus yang menyerang paru-paru baru akan muncul 1 hingga 8 minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Beberapa gejala awal yang dialami oleh pasien hantavirus yang menyerang paru-paru di antaranya sakit kepala, pusing, menggigil, masalah perut. Empat hingga 10 hari setelah fase awal penyakit, gejala lanjut HPS muncul. Gejala-gejala ini termasuk batuk dan sesak napas karena paru-paru terisi cairan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Februari 2024, hantavirus tipe HPS hanya ditemukan di Benua Amerika, dengan masa inkubasi berkisar 14 – 17 hari dan angka kematian 60%.
Hantavirus juga dapat menyerang ginjal hingga menyebabkan kematian. Gejala HFRS biasanya berkembang dalam 1 hingga 2 minggu setelah terpapar. Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala dapat berkembang hingga 8 minggu.
Gejala awal yang muncul pada pasien HFRS yaitu sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, demam/menggigil, mual, hingga penglihatan kabur. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kemerahan pada wajah, peradangan, kemerahan pada mata, dan ruam.
Gejala lebih lanjut hantavirus yang menyerang ginjal yaitu tekanan darah rendah, kurangnya aliran darah, kebocoran pembuluh darah, hingga gagal ginjal akut. Tipe HFRS tersebar luas di dunia, terutama di wilayah Eropa dan Asia, dengan masa inkubasi 1-2 minggu dan angka kematian 5-15%.
Berikut beberapa gejala hantavirus, menukil laman S3 Pendidikan Sains FMIPA Universitas Negeri Surabaya:
Gejala Awal
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot, terutama di punggung dan pinggul
- Kelelahan
- Mual, muntah, dan diare
- Batuk kering
- Sesak napas
- Penumpukan cairan di paru-paru
- Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
- Gagal ginjal
Bagaimana Cara Mengobati Hantavirus?
Salah satu cara mencegah penyebaran hantavirus yaitu dengan menghindari kontak dengan hewan pengerat. Pastikan kondisi rumah dan lingkungan sekitar aman dan keberadaan hewan pengerat terkendali.
Jika telah dinyatakan terpapar hantavirus, pasien biasanya perlu melakukan perawatan intensif di rumah sakit. Dalam perawatan itu, pasien akan mengonsumsi obat antivirus, terpai oksigen, atau menaikkan tekanan darah.
Dalam kasus yang parah, dokter akan merawat pengidap hantavirus dengan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO). Tujuannya untuk menggantikan fungsi paru yang mengalami kerusakan sehingga seluruh jaringan tubuh tetap mendapatkan asupan oksigen yang cukup.
Berikut beberapa metode pengobatan yang dilakukan oleh dokter saat menangani pasien dengan infeksi hantavirus, mengutip laman alodokter.com:
- Pemberian oksigen tambahan melalui alat bantu napas, termasuk ventilator
- Pemberian cairan melalui infus, untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit
- Pemberian obat antivirus, seperti ribavirin, untuk mengatasi infeksi virus pada HFRS tahap awal
- Pemberian obat dan infus untuk mengatasi syok, termasuk menormalkan kembali tekanan darah
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































