Menuju konten utama

Materi Seleksi Kompetensi Tambahan Manajer Koperasi Merah Putih

Ujian Seleksi Kompetensi Tambahan terdiri dari Tes Mental ldeologi dan Uji Pemeriksaan Kesehatan. Simak rincian materi yang diujikan.

Materi Seleksi Kompetensi Tambahan Manajer Koperasi Merah Putih
ilustrasi Koperasi Merah Putih (KMP). ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Materi Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 2026 dapat menjadi bahan belajar pelamar. SKT Koperasi Desa Merah Putih diikuti oleh pelamar yang lolos Seleksi Kompetensi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Sesuai agenda terbaru, Seleksi Kompetensi Tambahan Manajer Koperasi Merah Putih berlangsung pada 20-31 Mei 2026 di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan. Tahapan ini merupakan rangkaian tes terakhir yang perlu dilewati oleh pelamar sebelum pengumuman kelulusan hasil akhir.

Dengan begitu, Seleksi Kompetensi Tambahan menjadi salah satu penentu kelulusan. Sebab itu, pelamar wajib mempersiapkan diri sejak awal agar memperoleh hasil yang optimal. Salah satunya dengan mengkaji materi-materi yang diujikan.

Kisi-kisi Materi Seleksi Kompetensi Tambahan Manajer Koperasi Merah Putih

Pelamar Manajer Koperasi Merah Putih tengah mempersiapkan diri menghadapi tes CAT yang berlangsung pada 3-12 Mei 2026. Pendaftar yang berhasil lolos Seleksi Kompetensi akan mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT).

Tes SKT digelar untuk mengukur dan menguji kesiapan praktis dan integritas pelamar sesuai dengan standar pengelolaan koperasi nasional. Tes ini digunakan untuk memvalidasi keahlian spesifik seperti analisis laporan keuangan, regulasi perkoperasian, hingga strategi unit usaha.

Tahapan SKT dirancang untuk menilai kemampuan leadership, integritas, hingga kemampuan mencari solusi atas konflik internal maupun hambatan bisnis. Lebih jauh, tes ini juga mengukur loyalitas terhadap visi dan misi organisasi serta komitmen untuk kesejahteraan anggota.

Selain itu, jabatan ini juga menuntut mobilitas dan jam kerja yang dinamis. Manajer perlu meninjau unit usaha atau bertemu anggota di lapangan. Sehingga, calon manajer perlu memiliki kemampuan fisik yang baik agar dapat menjalankan tugas-tugas manajerial.

Melalui seleksi yang ketat, calon manajer Koperasi Merah Putih diharapkan memiliki kompetensi dan kredibilitas demi menjaga keberlangsungan usaha jangka panjang. Sebelum tes SKT, peserta akan memperoleh informasi tentang waktu tes, lokasi pelaksanaan, hingga tata tertib tes yang diumumkan melalui laman phtc.panselnas.qo.id.

Dalam pelaksanaannya, ujian SKT terdiri dari Tes Mental ldeologi dan Uji Pemeriksaan Kesehatan yang dikoordinir dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kementerian Pertahanan.

Masing masing-materi memiliki subtes yang berbeda. Tes ini bersifat menggugurkan, sebab itu, pelamar perlu memperoleh skor terbanyak dan menempati pemeringkatan tertinggi agar dapat lolos. Peserta SKT juga diwajib membawa dokumen SKCK.

Berikut rincian materi Seleksi Kompetensi Tambahan Manajer Koperasi Merah Putih yang dapat dicermati oleh pelamar:

1. Tes Mental ldeologi

  • Pengisian data pribadi;
  • Tes tertulis;
  • Wawancara.
2. Uji Pemeriksaan Kesehatan

  • Pemeriksaan fisik;
  • Pemeriksaan laboratorium (darah dan urine);
  • Pemeriksaan radiologi;
  • Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).

Tahapan Setelah Seleksi Kompetensi Tambahan

Setelah SKT berlangsung, Kementerian Pertahanan mengirimkan hasil Seleksi Kompetensi Tambahan kepada Badan Kepegawaian Negara untuk dilakukan pengolahan nilai. Pengolahan nilai dilakukan dengan mengintegrasikan nilai Seleksi Kompetensi dengan nilai Seleksi Kompetensi Tambahan.

Adapun penentuan kelulusan akhir diberlakukan bagi peserta yang lulus Seleksi Kompetensi Tambahan dan memiliki nilai Tes Potensi Kognitif tertinggi. Pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi akhir, selanjutnya akan mengikuti pelatihan Manajerial dan Kompetensi Bidang yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi.

Tak hanya itu, calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih juga wajib mengikuti pelatihan dasar kemiliteran yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan. Selanjutnya, calon manajer KDKMP akan bekerja di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dalam skema pemerintah, pendaftar yang lolos akan menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun. Setelah itu, calon manajer KDKMP akan ditempatkan di lokasi KDKMP sesuai penempatan dan akan dievaluasi kinerjanya secara berkala.

Berikut jadwal pengadaan seleksi manajer Koperasi Merah Putih yang dapat dicermati pelamar:

  • Pengumuman Seleksi: 15 April 2026
  • Pendaftaran Seleksi: 15 April-24 April 2026
  • Seleksi Administrasi; 15 April-25 April 2026
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 April-27 April 2026
  • Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi: 30 April-2 Mei 2026
  • Pelaksanaan Seleksi Kompetensi: 3 Mei-12 Mei 2026
  • Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi dan Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tambahan: 17 Mei s.d. 19 Mei 2026
  • Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tambahan: 20 Mei-31 Mei 2026
  • Pengumuman Hasil Akhir (Kelulusan): 5 Juni-7 Juni 2026
  • Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan: 17 Juni-16 Juli 2026
  • Pelatihan Manajerial dan Kompetensi Bidang: 17 Juli-31 Juli 2026
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Koperasi Merah Putih melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Koperasi Merah Putih

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo