Menuju konten utama

Danantara Siapkan Opsi Skema Utang Whoosh, Target Tuntas 2 Bulan

Dony menegaskan, seluruh kajian dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kegaduhan sebelum keputusan final diambil.

Danantara Siapkan Opsi Skema Utang Whoosh, Target Tuntas 2 Bulan
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Dony Oskaria di Kemenko Pangan, Senin (29/9/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, memastikan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan tuntas dalam waktu dekat. Pemerintah saat ini tengah mematangkan berbagai opsi skema penyelesaian agar persoalan ini segera berakhir.

“Semua penyelesaian itu—apakah menggunakan opsi A atau opsi B—akan selesai dalam satu hingga dua bulan ini," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dony menjelaskan, pemerintah masih mengkaji beberapa skema, termasuk kemungkinan pengalihan sebagian beban utang kepada Kementerian Keuangan.

"Iya, kemungkinan (KCIC diambil alih Kementerian Keuangan) sedang dikaji. Insyaallah, mudah-mudahan sebentar lagi selesai; kami pertimbangkan satu per satu. Ada beberapa skema tentunya, nanti akan saya informasikan lebih lanjut," tuturnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, seluruh kajian dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kegaduhan sebelum keputusan final diambil.

"Ada beberapa skema, nanti akan saya perbarui informasinya. Kalau sekarang belum final, saya khawatir akan ramai (di publik) lagi," ujar Dony.

Selain fokus pada penyelesaian utang, Dony memastikan pemerintah akan menuntaskan persoalan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terlibat dalam KCIC. Pihaknya berkomitmen mengembalikan fokus bisnis perusahaan pelat merah agar tidak lagi terbebani proyek di luar bidang utamanya.

“Kami kembalikan lagi ke porsinya. Misalnya, WIKA memang bidangnya bukan di situ, maka akan kami fokuskan kembali sebagai kontraktor. Nanti satu per satu kami bereskan,” ujar Dony.

Dony meyakini bahwa melalui langkah penataan ini, BUMN akan berjalan lebih sehat dan tidak lagi mengalami kerugian akibat keterlibatan dalam proyek yang tidak sejalan dengan fokus bisnis inti.

“Jadi, mereka tidak akan lagi terlibat di proyek kereta api karena tidak sejalan dengan bisnis mereka. Penyelesaiannya dilakukan satu per satu karena kami ingin semua yang dikerjakan benar-benar tuntas,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait WHOOSH atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Insider
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Anggun P Situmorang