Menuju konten utama

Purbaya Masih Tunggu Prabowo soal Penyelesaian Utang Whoosh

Purbaya belum bisa memastikan apakah nantinya pembayaran utang Whoosh sepenuhnya akan menggunakan APBN atau tidak.

Purbaya Masih Tunggu Prabowo soal Penyelesaian Utang Whoosh
Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum mendapatkan arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto terkait skema penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh.

Dengan begitu, ia belum bisa memastikan apakah nantinya pembayaran utang Whoosh sepenuhnya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau tidak.

“Saya masih tunggu petunjuk. Saya masih tunggu petunjuk. Belum tahu (apakah 100 persen akan menggunakan APBN atau tidak). Belum ada petunjuk khusus dari Presiden,” kata Purbaya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Sejauh ini, informasi terkait skema penyelesaian utang Whoosh baru disampaikan oleh CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. Namun, skema tersebut belum final dan jelas.

"Saya kalau ada petunjuk Presiden saya kerjain, sekarang belum. Paling enggak, ada tapi belum firm," tutur Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh berpotensi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, saat ini mekanisme pembayaran tersebut sedang dalam tahap negosiasi teknis yang dipimpin oleh Badan Pengelola Investasi Danantara.

"Iya (potensi bayar dari APBN)," ujar Prasetyo singkat saat menjawab pertanyaan awak media di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Prasetyo menjelaskan bahwa meskipun terdapat komitmen penyelesaian kewajiban, realisasinya belum dimulai pada tahun ini.

Hal tersebut dikarenakan proses finalisasi masih berlangsung di bawah koordinasi Rosan Roeslani selaku CEO Danantara.

"Belum. Kemarin laporan terakhir rapat Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," jelasnya.

Baca juga artikel terkait WHOOSH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto