tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), bakal mengucurkan investasi senilai Rp26 triliun untuk merevitalisasi tambak-tambak yang ada di sekitar Pantai Utara (Pantura). Nantinya, dana investasi tersebut akan dicairkan per klaster pembangunan, dengan target revitalisasi mencapai 20 ribu hektare (ha).
“Ya, investasi lah, investasi berupa uang lah per cluster, kan 20 ribu (hektare), luasannya 20 ribu hektare, perkiraan investasinya kira-kira sekitar Rp26 triliun. Full dari Danantara,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, usai Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Talkshow With Media, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2025).
Selain dari kucuran investasi Danantara, revitalisasi area tambak Pantura juga bakal menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kendati Trenggono tak menyebutkan berapa besar dana yang dialokasikan dari duit negara tersebut. Hanya saja, nantinya APBN akan digunakan untuk pemetaan tambak serta pemisahan tapal batas - proses menentukan dan menandai batas wilayah antara dua daerah atau lebih.
“(Sumber dana revitalisasi) investasi, Danantara, dari Danantara. APBN-nya sedikit, di antaranya adalah untuk pemetaan, terus kemudian pemisahan tapal batas,” tutur Trenggono.
Sementara itu, revitalisasi yang rencananya akan dilaksanakan pada 2025-2027 pada lahan tambak seluas 78 ribu hektare. Pada tahap pertama, yakni pada 2025, revitalisasi akan difokuskan di 20,4 hektare tambak yang berada di lahan milik pemerintah di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.
“Yang (tambak) eksisting relatif tidak produktif, kita cek, kita sudah hitung, kita sudah lihat, itu kan genangan gitu saja. Jadi, bukan suatu wilayah yang aktif, kalau wilayah itu aktif, tentu akan kita diskusi dengan masyarakat. Nah, luasnya itu sudah kita hitung, maka tempatnya itu kan menyebar, kan. Tidak satu lokasi,” tambah dia.
Proses revitalisasi tambak ini nantinya juga akan melibatkan masyarakat. Sementara, melalui revitalisasi tambak ini, KKP menargetkan wilayah pesisir pantai mampu meningkatkan produktivitas menjadi 144 ton/Ha/tahun dari sebelumnya 0,6 ton/Ha/tahun.
Dengan begitu, volume produksi diperkirakan mencapai 1,18 juta ton dengan nilai produksi Rp30,65 triliun, dan menciptakan peluang pekerjaan bagi 119.100 masyarakat hulu dan hilir.
“Di Jawa Barat akan direvitalisasi 20 ribu hektare yang akan menyerap tenaga kerja lebih dari 100 ribu orang, dan yang berdedikasi langsung adalah tidak kurang dari 40 ribu orang,” tutup Trenggono.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































