Menuju konten utama

Contoh Larutan Asam, Basa, dan Garam dalam Kehidupan Sehari-hari

Ada banyak contoh larutan asam, basa, dan garam yang dipakai pada berbagai produk di kehidupan sehari-hari. Kenali ciri-ciri dan contoh produknya.

Contoh Larutan Asam, Basa, dan Garam dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilustrasi mengukur asam basa. Contoh larutan asam bisa membuat kertas lakmus biru menjadi merah. foto/IStockphoto

tirto.id - Contoh larutan asam, basa, dan garam yang dimanfaatkan pada aneka bidang cukup beragam. Penggunaan larutan tersebut dipakai untuk kebutuhan industri, pertanian, kesehatan, hingga penelitian di laboratorium. Apa saja contoh larutan asam basa dalam kehidupan sehari-hari dan garam?

Asam, basa, dan garam termasuk dalam golongan campuran homogen. Campuran homogen adalah penyatuan antara dua zat atau lebih yang partikel penyusunnya tidak dapat dibedakan. Campuran homogen lazim disebut dengan larutan.

Contoh larutan homogen adalah campuran antara air dan garam menjadi larutan garam. Jika dilihat secara kasat mata, partikel garam tidak bisa lagi dibedakan karena larut dalam air.

Contoh Larutan Asam, Basa, dan Garam

Penggunaan larutan asam, basa, garam mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap larutan memiliki ciri khasnya masing-masing. Berikut penjelasan mengenai ketiga larutan tersebut:

1. Larutan asam

Senyawa asam ditemukan pada makanan, minuman, hingga cairan pembersih rumah. Senyawa asam alami ditemukan pada buah jeruk, lemon, dan tomat. Tubuh manusia pun memiliki larutan asam yang sangat kuat yakni di lambung.

Larutan asam memiliki beberapa ciri khusus yaitu:

  • Senyawa asam bersifat korosif.
  • Derajat keasaman (pH)<7.
  • Sebagian besar bereaksi dengan logam menghasilkan H2.
  • Memiliki rasa masam.
  • Dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
  • Menghasilkan ion H+ dalam air.
Meski larutan asam punya banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari, ada efek negatif pula yang ditimbulkannya bagi lingkungan. Misalnya, kadar asam tinggi di awan bisa menimbulkan hujan asam. Hujan ini dapat merusak bangunan, patung, membunuh tumbuhan, ikan, hingga mempengaruhi kesehatan manusia.

Fenomena hujan asam terjadi akibat kadar gas belerang dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO) di atmosfer sangat tinggi. Gas ini kemudian bereaksi dengan air di atmosfer membentuk asam sulfat, asam nitrat, dan senyawa asam lain. Ketika hujan, reaksi tersebut membuat air yang turun jadi lebih asam dari keadaan normal.

Di sisi lain, pemanfaatan larutan asam untuk menunjang kehidupan juga banyak contohnya. Dalam hal ini, contoh larutan asam adalah ditemukan pada::

  • Asam asetat: Larutan cuka, obat tetes telinga, cairan antiseptik, bahan pengawet makanan.
  • Asam askorbat: Jeruk, tomat, dan sayuran.
  • Asam sitrat: Jeruk, pembuatan suplemen vitamin C, suplemen antioksidan.
  • Asam borat: Larutan pencuci mata, pengawetan kayu, larutan insektisida, obat tetes telinga.
  • Asam karbonat: Minuman berkarbonasi.
  • Asam klorida: Asam lambung, obat tetes mata, cairan pembersih porselen, cairan pembersih logam.
  • Asam nitrat: Pupuk, peledak.
  • Asam fosfat: Deterjen, pupuk.
  • Asam sulfat: Baterai mobil, pupuk. aki motor.
  • Asam tartrat: Anggur, cairan pembersih noda, produk penyedap makanan.
  • Asam malat: Apel, produk permen untuk memunculkan rasa getir, kosmetik.
  • Asam formiat: Sengatan lebah.
  • Asam laktat: Keju, yoghurt, acar, kimchi.
  • Asam benzoate: Bahan pengawet makanan.

2. Larutan basa

Larutan basa dapat dikenali dengan melihat sifat khususnya. Larutan basa juga dapat dikenali dengan mencicipi rasanya. Berikut ciri-ciri larutan basa:

  • Senyawa basa terasa pahit.
  • Bersifat merusak kulit atau kaustik.
  • Derajat keasaman (pH) > 7.
  • Terasa licin di tangan seperti sabun.
  • Dapat mengubah lakmus merah menjadi biru.
  • Menghasilkan ion OH dalam air.
Penggunaan larutan basa cukup banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contoh larutan basa di antaranya dipakai pada berbagai produk seperti berikut:

  • Aluminium hidroksida: deodoran, obat maag, penghambat api, pengolahan air.
  • Kalsium hidroksida: mortar, plester, bahan pulp capping di kedokteran gigi, semen.
  • Magnesium hidroksida: obat pencahar, obat antasida, tabir surya, pasta gigi.
  • Natrium hidroksida: bahan sabun, pembersih saluran air, kertas, produk tekstil.

3. Larutan garam

Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Ciri-ciri garam antara lain seperti berikut:

  • Rasanya manis, asin atau hambar.
  • Derajat keasaman (pH) = 7.
  • Tidak mengubah warna kertas lakmus.
  • Tidak menghasilkan ion H+ atau ion OH.
Contoh garam dalam kehidupan sehari-hari paling sering dipakai sebagai penyedap makanan. Garam memberikan rasa asin sehingga makanan lebih lezat. Namun, ada beberapa jenis garam digunakan pada berbagai produk berikut:

  • Natrium klorida: garam dapur, penyedap rasa pada makanan.
  • Natrium bikarbonat: baking soda, pengembang kue.
  • Kalsium karbonat: kalsit, cat tembok, dan bahan karet.
  • Kalsium nitrat: pupuk, bahan peledak.
  • Kalium karbonat: sabun, pupuk, bahan pengering di laboratorium.
  • Natrium fosfat: TSP, deterjen, obat pencahar, penguat rasa makanan.
  • Ammonium klorida: salmiak, baterai kering.

Baca juga artikel terkait ASAM BASA atau tulisan lainnya dari Aditya Widya Putri

tirto.id - Edusains
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maria Ulfa
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar