tirto.id - Direksi PT Cinemaxx Global Pasifik mengumumkan pengambilalihan seluruh saham perseroan oleh Cinepolis International Holding, S. L. (perseroan berbadan hukum yang didirikan oleh Kerajaan Spanyol). Rampungnya proses pengalihan saham ini menandai lepasnya Cinepolis Indonesia dari Lippo Group.
"Dengan ini, kami mengumumkan telah terjadinya pengambilalihan atas seluruh saham dalam PT Cinemaxx Global Pasifik ("Perseroan") oleh Cinepolis International Holding, S. L., suatu perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Kerajaan Spanyol ("Cinepolis") dari (1) PT Investama Cahaya Adikarya, (2) PT Bangun Karya Kreasi, dan (3) PT Ciptadana Capital, yang mengakibatkan perubahan pengendalian secara langsung atas Perseroan,” tulis direksi Cinepolis dalam pengumuman yang diterbitkan oleh harian ekonomi Neraca, dikutip Kamis (16/4/2026).
Sebagai informasi, PT Investama Cahaya Adikarya, PT Bangun Karya Kreasi, dan PT Ciptadana Capital yang merupakan afiliasi dari Lippo Group tidak akan lagi berperan sebagai pengendali PT Cinemaxx Global Pasifik.
Pengambilalihan saham ini didasarkan pada akta jual beli saham bernomor 121, 122, dan 123 yang dibuat di hadapan notaris Sriwi Bawana Nawaksari yang berkantor di Kabupaten Tangerang. Pelepasan saham ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan berdasarkan Akta Nomor 120 tanggal 31 Maret 2026 yang dibuat di hadapan notaris Sriwi Bawana Nawaksari.
"Demikian pengumuman ini disampaikan guna memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 133 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah dari waktu ke waktu," tambah Perseroan.
Proses pengambilalihan saham Cinepolis ini telah berlangsung sejak November 2025. Sebelumnya, Cinepolis International Holding S.L., merupakan pemegang saham terbesar kedua.
Sebagai informasi, Cinepolis merupakan jaringan bioskop yang digagas generasi ketiga Lippo Group, Brian Riady, putra dari Stephen Riady, pada 17 Agustus 2014 dengan nama Cinemaxx. Kemudian, pada 2018 Cinepolis masuk sebagai pemegang saham dengan kepemilikan awal hanya sebesar 40 persen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id




































