Menuju konten utama

Cara Mendapatkan Sertifikat Badal Haji dari Kemenag dan Link PDF

Bagaimana cara mendapatkan sertifikat badal haji dari Kemenag? Berikut penjelasan dan link PDF-nya.

Cara Mendapatkan Sertifikat Badal Haji dari Kemenag dan Link PDF
Umat Islam memanjatkan doa menjelang wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). Wukuf menjadi salah satu hal wajib saat badal haji. Setelah pelaksanaannya selesai, jemaah haji yang dibadalkan bisa mendapat sertifikat badal haji. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wpa.

tirto.id - Sertifikat badal haji akan diberikan kepada jemaah yang dibadalhajikan. Adapun badal haji sendiri artinya mewakili orang lain karena ada kendala tertentu, atau disebut juga menghajikan orang lain.

Berdasarkan info resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, hanya terdapat tiga kelompok jemaah haji yang bisa dibadalkan. Pertama ialah jemaah yang meninggal di asrama haji Embarkasi atau Embarkasi Antara, di perjalanan keberangkatan menuju Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf.

Kedua, jemaah haji yang mengalami sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Lalu, ketiga, jemaah haji yang mengalami gangguan jiwa.

Apa Itu Sertifikat Badal Haji?

Islam memperbolehkan badal haji dengan syarat orang yang mewakili sudah melakukan haji wajib bagi dirinya, sementara yang diwakili telah mampu berhaji tetapi tidak dapat melaksanakannya karena ada udzur syar'i.

Adapun udzur syar'i yang dimaksud itu berupa kendala yang menghilangkan kemampuan (istitha'ah) dari seorang jemaah untuk melaksanakan haji, seperti sakit dengan harapan sembuh kecil, kondisi fisik lemah karena lanjut usia, atau meninggal dunia setelah berniat haji.

Badal haji dilakukan dengan prosedur ketat, mulai dari pendataan jemaah hingga penunjukan petugas pelaksana badal. Kendati dihajikan oleh orang lain, nama jemaah yang dibadalkan akan ditulis di sertifikat badal haji.

Adapun sertifikat badal haji merupakan bukti resmi bahwa orang yang bersangkutan telah dibadalhajikan. Lantas, siapa yang mengeluarkan sertifikat badal haji?

Dikutip dari laman Kemenag, sertifikat badal haji dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kemenag dan PPIH Arab Saudi. Setelah itu, sertifikat badal haji nantinya diserahkan ke petugas kloter untuk diberikan kepada keluarga jemaah haji yang dibadalkan.

Cara Mendapat Sertifikat Badal Haji Kemenag

Tahun lalu, pada 2024, jemaah yang telah dibadalkan (diwakili) hajinya bisa mendapatkan sertifikat badal haji di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota setempat.

Selain itu, pengambilan sertifikat dapat diwakilkan oleh keluarga dengan membawa bukti paspor atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik jemaah haji yang dibadalkan.

Untuk waktu pengambilan sertifikat badal haji, akan diinformasikan Kantor Kemenag yang ada di Kabupaten/Kota masing-masing jemaah.

Selain melalui Kanwil Kemenag Kabupaten/Kota, sertifikat juga bisa didapat secara daring melalui aplikasi Nusuk dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Namun, ketentuan yang berbeda mungkin terjadi pada badal haji 2025. Jemaah diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari akun Kemenag.

Perbedaan Sertifikat Badal Haji Asli dan Palsu

Jemaah haji yang dibadalkan sebaiknya mengetahui perbedaan sertifikat badal haji Kemenag dan sertifikat palsu. Berikut informasinya.

1. Informasi Tidak Lengkap atau Tidak Akurat

Sertifikat yang tidak mencantumkan informasi secara lengkap patut dicurigai. Dalam sertifikat badal haji palsu, sering ditemukan nama yang salah eja, nomor paspor yang tidak sesuai, atau bahkan tanggal pelaksanaan wukuf yang keliru.

2. Desain dan Kualitas Dokumen Diragukan

Dari tampilan fisik, perbedaan sertifikat palsu dan asli bisa terlihat cukup mencolok. Dokumen palsu biasanya menggunakan kertas berkualitas rendah dan desain yang tidak profesional.

Cap atau watermark pun bisa saja tidak ditemukan. Jika dalam bentuk dokumen PDF, tulisan seharusnya tampak jelas dan tidak buram.

3. Tidak Bisa Diverifikasi

Salah satu cara membedakan yang asli dan palsu adalah dengan melakukan verifikasi. Sertifikat yang sah seharusnya bisa dikonfirmasi keabsahannya melalui lembaga penyelenggara yang terdaftar.

Jika saat diverifikasi ternyata sertifikat badal haji kosong dan tidak ada catatan atau data yang cocok, maka kemungkinan besar dokumen tersebut tidak valid.

4. Tidak Ada Laporan Perjalanan Ibadah

Sertifikat yang asli biasanya disertai dengan laporan atau dokumentasi mengenai proses pelaksanaan ibadah. Hal ini mencakup aktivitas-aktivitas selama di Tanah Suci yang dilakukan atas nama pihak yang dibadalkan.

Bila dokumen tidak menyertakan bukti semacam itu, maka keaslian isi sertifikat bisa dipertanyakan.

Link Sertifikat Badal Haji PDF

Sertifikat badal haji dapat dilihat melalui PDF berikut ini. Namun, penting untuk dicatat, sertifikat ini merupakan sebatas contoh, bukan sertifikat badal haji asli dan resmi dari Kemenag.

Link PDF Sertifikat Badal Haji

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Edusains
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Nisa Hayyu Rahmia