Menuju konten utama

Kemenag: 29 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi

Kementerian Agama RI mencatat 29.985 jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah hingga Rabu (14/5/2025) malam waktu Arab Saudi.

Kemenag: 29 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi
Jamaah calon haji Indonesia melakukan Tawaf sebagai rangkaian umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/agr

tirto.id - Kementerian Agama RI mencatat 29.985 jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah hingga Rabu (14/5/2025) malam waktu Arab Saudi. Jumlah tersebut dihimpun dari data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Berdasarkan pantauan data dari Siskohat Kementerian Agama, Kamis (15/4/2025) pukul 08.34 WIB, sebanyak 77 kloter jemaah haji telah tiba di Makkah. Sementara tujuh kloter lainnya disebut tengah dalam perjalanan.

Angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jemaah yang saat ini sudah sampai di Madinah. Secara keseluruhan, 93.452 jemaah haji telah tiba di Madinah, 20.170 orang di antaranya adalah lansia.

Jumlah jemaah haji yang sudah tiba di Madinah ini mencakup 240 kloter atau 45,71% persen dari total 525 kloter yang direncanakan akan beribadah tahun ini. Jika melihat dengan total kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 203.320 orang, progres keberangkatan saat ini sudah mencapai 45,96%.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan sejumlah tips penting agar proses kedatangan berjalan lancar. Hal ini menyusul adanya dijumpai jemaah yang kebingungan ketika tiba di Bandara Arab Saudi.

Abdul Basir mengatakan salah satu kendala yang sering ditemukan di bandara adalah jemaah yang lupa menyimpan paspor atau tidak tahu keberadaannya. Oleh karena itu, dia mengimbau agar jemaah menyimpan di tas yang telah disediakan PPIH dan letakkan di tempat yang aman serta mudah dijangkau.

“Setibanya di bandara, jemaah diminta untuk mengikuti seluruh arahan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Hal ini penting agar proses imigrasi, pengumpulan dokumen, dan perpindahan ke bus dapat berjalan tertib dan cepat,” kata Basir, dikutip dalam keterangan resminya, Kamis.

Dia meminta agar paspor diserahkan kepada wukala (perwakilan lokal Arab Saudi) di dalam bus setelah melewati proses imigrasi. Penyerahan ini wajib dilakukan karena paspor akan digunakan untuk pendataan layanan oleh syarikah (penyedia layanan haji). Jika paspor tidak sesuai atau tidak dikumpulkan, maka jemaah bisa tertunda keberangkatannya ke Makkah.

Basir meminta agar jemaah mematuhi aturan internasional tentang barang bawaan. Serta, tidak membawa barang terlarang seperti rokok dalam jumlah besar.

“Beberapa waktu lalu, ada jemaah yang membawa rokok dalam jumlah banyak dan langsung disita. Hindari menitipkan paspor kepada jemaah lain. Selain berisiko hilang, hal ini dapat menyulitkan saat proses pencocokan data dan berpotensi menyebabkan masalah administratif,” tutur Basir.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama