tirto.id - Pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci untuk tahun 2025 sudah dimulai secara resmi sejak awal bulan Mei. Ratusan calon haji dari berbagai wilayah kini mulai diproses secara bertahap menuju Mekkah dan Madinah untuk menjalankan salah satu rukun Islam yang kelima.
Pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, pemerintah bersama lembaga terkait berusaha untuk meningkatkan keterbukaan serta kenyamanan dalam proses keberangkatan para jemaah.
Salah satu inisiatif penting yang diterapkan adalah penyederhanaan dalam memeriksa keaslian visa haji secara daring. Fasilitas ini disediakan sebagai langkah perlindungan untuk jamaah dari kemungkinan penipuan atau pemakaian visa yang tidak valid.
Dengan tersedianya layanan verifikasi visa haji secara online, jemaah maupun petugas haji bisa memeriksa status dokumen perjalanan mereka apakah telah terdaftar dan diakui secara resmi oleh otoritas yang berwenang atau tidak.
Proses ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui situs atau aplikasi resmi yang telah disediakan oleh Kementerian Agama dan lembaga imigrasi Arab Saudi. Verifikasi ini tidak hanya meningkatkan aspek keamanan, tetapi juga memastikan bahwa semua jemaah yang berangkat telah memenuhi kriteria resmi sesuai dengan regulasi pemerintah dan otoritas Arab Saudi.
Apa Saja Visa Haji Resmi?
Sebelum memulai perjalanan menuju Tanah Suci, sangat penting bagi calon jemaah untuk mengetahui berbagai jenis visa yang diakui oleh pihak pemerintah Arab Saudi. Memastikan bahwa visa yang digunakan sesuai dengan regulasi yang ada akan membantu menghindari masalah baik saat keberangkatan maupun saat berada di Arab Saudi.
Terdapat dua kategori visa haji yang resmi, yaitu visa haji Indonesia (kuota haji reguler dan haji khusus) dan visa haji Mujamalah (undangan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi). Selain dua visa tersebut adalah visa tidak resmi.
Tanda Visa Haji Asli atau palsu
Untuk menghindari penipuan dan masalah saat berada di Tanah Suci, calon jemaah harus memahami cara membedakan visa haji yang asli dan yang tidak. Mengetahui tanda-tanda visa haji yang asli sangat penting demi kelancaran dalam beribadah dan keselamatan selama perjalanan.
Dengan mengetahui ciri-ciri visa palsu, jemaah dapat terhindar dari penipuan. Berikut adalah ciri-ciri visa haji palsu:
- Kode visa memiliki 11 angka, seharusnya hanya terdiri dari 10 angka.
- Barcode sangat tidak biasa dan sulit dikenali oleh sistem.
- Jumlah kolom tidak sesuai dengan visa haji yang asli.
- Tanpa adanya watermark (kutipan dari Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13 ditulis dengan gaya tsulusi melingkar yang ditemani dengan simbol kurma dan pedang di bagian tengah)
- Jenis huruf yang digunakan tidak sama dengan yang asli. Visa asli menggunakan jenis huruf kufi dengan gaya kotak.
- Terdapat kolom entry type yang sebelumnya tidak ditemukan dalam visa haji yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Jenis entri ini umumnya digunakan untuk visa kunjungan, bisnis, dan pariwisata (siyahah), termasuk dalam kategori masuk sekali (single entry) dan masuk berkali-kali (multiple entry).
- Terdapat juga bagian yang mencantumkan kode yang belum pernah dilihat dalam visa haji yang asli.
- Tidak terdapat kolom Hajj Company dan nama Muassasah.
- Tidak ada kolom local service (al-hidmah al-maidaniyyah) serta tidak ada nomor perbatasan (raqm al-hudud).
Cara Cek Visa Haji 2025 Online
Untuk membuktikan keaslian dan keabsahan dokumen perjalanan, terutama visa haji, para calon jemaah kini dapat melakukan pengecekan sendiri melalui layanan digital. Layanan ini memberikan kemudahan bagi siapa pun untuk memastikan bahwa visa yang dimiliki telah terdaftar dengan resmi.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan pengecekan visa haji 2025 secara online yang dapat diikuti dengan mudah:
- Akses tautan: https://visa.mofa.gov.sa/visaservices/searchvisa dan tunggu sampai halaman visa platform sepenuhnya dimuat.
- Pilih opsi "Passport Number" pada first value, kemudian masukkan nomor paspor jemaah.
- Pilih opsi "First Name" pada secondvalue, lalu masukkan nama depan jemaah sesuai yang tertera di paspor.
- Pilih "Indonesia" pada field Nationality.
- Kemudian tekan tombol "Inquire".
Penulis: Yulita Putri
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id

































