Menuju konten utama

Cara Lindungi Foto Agar Tidak Diedit oleh Grok atau AI Lainnya

Penyalahgunaan foto dengan Grok di X dan AI lain menjadi perbincangan belakangan ini. Berikut cara lindungi foto agar tidak diedit oleh Grok atau AI lain.

Cara Lindungi Foto Agar Tidak Diedit oleh Grok atau AI Lainnya
logo Grok dan Pendirinya Elon Musk. AFP/ Lionel BONAVENTURE

tirto.id - Kasus penyalahgunaan Grok di X maupun Artificial Intelligence (AI) lain yang memanipulasi foto menjadi tidak senonoh kini ramai diperbincangkan. Pasalnya, kasus yang menghasilkan konten sensitif ini terjadi di luar dan dalam negeri.

Mengutip Reuters, seorang musisi dari Rio de Janeiro, Julie Yukari, menerima notifikasi dari Grok bahwa ada pengguna yang meminta mengubah foto miliknya. Setelah menyetujui permintaan secara tidak serius, Yukari justru melihat fotonya yang hampir tidak berbusana beredar di X.

Di dalam negeri, akun X resmi milik JKT48 menyatakan telah menerima beberapa laporan terkait penyalahgunaan layanan AI terhadap sejumlah anggotanya. Bahkan, pihaknya tidak segan akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Sesuai laporan yang diterima Reuters, para ahli sudah memberikan peringatan kepada pemilik Grok AI terkait potensi penyalahgunaan konten hasil AI. Akan tetapi, surat peringatan dari mereka dikatakan diabaikan.

Mengapa Foto Pribadi Rentan Diedit oleh AI Generatif?

Konten vulgar yang dihasilkan AI generatif biasanya muncul tanpa persetujuan para pemilik foto di media sosial. Keterangan ini pernah disampaikan oleh beberapa pakar yang mengawasi perkembangan kebijakan X.

Tyler Johnston, Direktur Eksekutif The Midas Project, sebuah kelompok pengawas AI, menyampaikan bahwa peringatan terhadap Grok sudah diluncurkan sejak Agustus lalu. Pembaruan yang aplikasi lakukan malah berubah tujuan menjadi alat untuk memperlihatkan konten sensitif.

"Pada bulan Agustus, kami memperingatkan bahwa pembuatan gambar oleh xAI pada dasarnya adalah alat untuk mempertontonkan ketelanjangan yang siap digunakan sebagai senjata," kata Tyler.

Seorang Kepala Bagian Hukum sekaligus Direktur Pusat Hukum untuk Pusat Nasional tentang Eksploitasi Seksual, Dani Pinter, menyampaikan beberapa hal yang menyebabkan foto pribadi rentan diedit AI.

Di aplikasi X misalnya, Dani menuturkan bahwa X telah gagal menghapus sistem gambar yang sifatnya pelecehan di pelatihan AI. Dengan begitu, layanan AI juga bisa menuruti prompt gambar yang tidak senonoh.

Ia menambahkan, X seharusnya memberikan larangan terhadap pengguna yang meminta konten ilegal. Dengan begitu, layanan akan menambah lapisan perlindungan identitas digital bagi setiap orang.

Adapun kerentanan foto diedit oleh AI generatif tidak terlepas dari kepemilikan dan pelatihan basis data setiap layanan. Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) pernah membahas ini pada 2024 lalu.

Dalam laporan pihaknya, pelatihan AI terkadang memunculkan risiko bagi penyalahgunaan data pribadi. Sistem kerap mengumpulkan informasi tanpa sepengetahuan pemilik karena data yang dikumpulkan terlalu besar.

“Mengingat kapasitas model AI untuk ‘menghafal’ data pelatihan dalam jumlah besar, large language model di balik alat AI generatif berbasis teks menimbulkan risiko pengumpulan, penggunaan, dan penggunaan kembali data pribadi tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan,” terang OECD.

Cara Melindungi Foto Agar Tidak Diedit oleh Grok atau AI Lainnya

Ada beberapa tips aman untuk melindungi foto agar tidak diedit oleh Grok di X maupun AI generatif lainnya. Di antaranya adalah mematikan izin aplikasi, mengubah akun jadi privasi, dan selalu perhatikan notifikasi.

Berikut ini cara melindungi foto agar tidak diubah menjadi konten sensitif oleh AI:

1. Mematikan Izin Aplikasi

Setiap aplikasi maupun akun media sosial memiliki pengaturan izin akses terhadap berbagai hal maupun informasi data pribadi. Sebagai contoh, pengguna aplikasi X bisa mematikan izin Grok melalui tahapan berikut.
  1. Masuk ke situs atau aplikasi X;
  2. Pergi ke "Pengaturan";
  3. Pilih opsi "Privasi dan Keamanan";
  4. Klik tajuk "Grok dan Kolaborator Pihak Ketiga";
  5. Jika sudah, matikan semua izin yang ada di menu tersebut.

2. Mengubah Akun Jadi Privasi

Keamanan data pribadi tidak terlepas dari pemiliknya sendiri. Oleh sebab itu, seseorang bisa melakukan pembatasan akses publik terhadap foto pribadi dengan pengaturan tertentu.

Beberapa aplikasi media sosial memiliki fitur tersendiri untuk mengubah mode akun menjadi privasi. Bahkan, cakupan orang yang mengakses foto di media sosial pengguna juga bisa dimodifikasi.

3. Selalu Perhatikan Notifikasi

Sesuai kasus di atas, Julie Yukarie tidak menanggapi secara serius permintaan chatbot AI. Dengan menyetujuinya tanpa pertimbangan, foto dirinya pun tersebar di aplikasi.

Oleh karena itu, pengguna yang ingin foto pribadinya aman harus selalu memperhatikan notifikasi. Pastikan untuk menolak berbagai permintaan yang berpotensi merugikan diri.

Pantau juga berbagai artikel terbaru dan menarik seputar teknologi AI melalui laman berikut ini.

Kumpulan Informasi Teknologi AI

Baca juga artikel terkait TEKNOLOGI AI atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Indyra Yasmin