tirto.id - Umat Islam menyambut bulan Safar 1448 H, sekaligus bulan kedua dalam kalender Hijriah. Tanggal berapa awal bulan Safar 2026 menurut kalender Masehi beserta keutamaan dan amalannya?
Bagi beberapa kalangan masyarakat, bulan Safar dianggap sebagai bulan sial atau bencana. Namun, bulan Safar sesungguhnya layak disebut sebagai bulan kebahagiaan atau kemenangan.
Pasalnya, dalam bulan kedua menurut kalender Hijriah tersebut, terdapat beberapa peristiwa penting. Misalnya pernikahan Nabi Muhammad saw. dengan istrinya, Khadijah binti Khuwailid.
Tak hanya itu, bulan Safar juga bisa disebut sebagai bulan kemenangan. Salah satu perang, yakni perang Abwa yang tak lain merupakan perang pertama umat Islam, berhasil dimenangkan pada bulan tersebut.
1 Safar 2026 Jatuh Tanggal Berapa?
Informasi awal bulan Safar 1448 H dalam sistem penanggalan Masehi penting untuk diketahui. Pasalnya, setiap tahun, tanggal 1 Safar bisa jadi berbeda dengan versi kalender Masehi.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, 1 Safar 1448 H bertepatan dengan Kamis, 16 Juli 2026. Ini setelah 30 hari bulan Muharram 1448 H.
Sedikit berbeda jika mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Safar 1448 H versi Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026 meski mengawali 1 Muharram pada tanggal yang sama, 16 Juli 2026.
Sementara itu, LF PBNU mengumumkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Jika Muharram versi NU terdiri dari 30 hari, 1 Safar 1448 H akan jatuh pada Jumat, 17 Juli 2026.
Namun, jika Muharram 1448 H versi NU terdiri dari hanya 29 hari, 1 Safar 1448 H bertepatan dengan Kamis, 16 Juli 2026, sama dengan versi pemerintah atau kalender Hijriah terbitan Kemenag.
Berikut ini rincian awal 1 Safar 1448 H dalam kalender Masehi menurut berbagai versi:
- Muhammadiyah: 1 Safar 1448 H = Rabu, 15 Juli 2026
- NU: 1 Safar 1448 H = Kamis/Jumat, 16/17 Juli 2026
- Pemerintah: 1 Safar 1448 H = Kamis, 16 Juli 2026
Keutamaan Bulan Safar dan Amalannya
Bulan Safar merupakan salah satu bulan yang memiliki kemuliaan. Banyak amalan sunah yang bisa dilakukan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan, sekaligus memperoleh pahala dari Allah Swt.
Melansir laman NU Online (7/9/2022) melalui artikel Khutbah Jumat: Amal Pilihan Bulan Safar yang ditulis Ahmad Muntaha AM, ada 3 poin utama berkaitan dengan amal kebaikan yang pahalanya berlipat ganda sebagai berikut:
- Amal kebaikan yang pahalanya 10 kali lipat. Menurut Imam An-Nawawi, atas dasar rahmat Allah, setiap kebaikan pasti pahalanya dilipatgandakan sampai 10 kali lipat. Maka, amal kebaikan apa pun pahalanya otomatis 10 kali lipatnya.
- Amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat. Di antara amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat adalah donasi untuk perjuangan jihad fi sabilillah.
- Amal kebaikan yang pahalanya sangat banyak lebih dari 700 kali lipat, seperti membaca zikir masuk pasar, atau dalam konteks sekarang yakni masuk mall, dan sejenisnya.
Meningkatkan Kebaikan dan Kepedulian Sosial
Bulan Safar bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan amal kebaikan dan kepedulian sosial. Misalnya, berbuat baik kepada sesama, bersedekah, dan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan.Puasa AyyamulBidh
Puasa sunah ini dianggap memiliki nilai pahala yang besar. Berbagai hadis menggarisbawahi keutamaan berpuasa pada hari-hari Ayyamul Bidh atau pertengahan bulan.Rasulullah saw. juga sering berpuasa Ayyamul Bidh. Berikut ini rincian tanggal puasa Ayyamul Bidh selama bulan Safar 1448 H dalam berbagai versi:
- Muhammadiyah: 13, 14, 15 Safar 1448 H = 27, 28, 29 Juli 2026
- Pemerintah: 13, 14, 15 Safar 1448 H = 28, 29, 30 Juli 2026
- NU: 13, 14, 15 Safar 1448 H = sekitar tanggal 28—31 Juli 2026
Memperbanyak Membaca Doa
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah selama bulan Safar, termasuk membaca doa. Membaca doa di bulan Safar lebih mustajab, salah satunya karena bulan ini adalah bulan yang dimuliakan Allah.Pembaca bisa mengakses artikel mengenai kalender Hijriah melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































