Menuju konten utama

Benarkah Kulit Wajah Pria Lebih Tebal dari Wanita? Ini Faktanya

Benarkah kulit wajah pria lebih tebal dari wanita dan tidak perlu skincare? Cek faktanya di sini, lengkap dengan rekomendasi paket skincare untuk laki-laki.

Benarkah Kulit Wajah Pria Lebih Tebal dari Wanita? Ini Faktanya
Ilustrasi perawatan wajah pria. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Bukan rahasia lagi jika skincare selalu identik dengan wanita. Dibandingkan kaum hawa, masih banyak pria yang lebih cuek dengan perawatan wajah. Salah satu alasannya karena mereka percaya bahwa kulit wajah pria lebih tebal dari wanita dan tidak butuh skincare. Namun, benarkan demikian?

Skincare memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan kulit, mulai dari membersihkan kotoran, menjaga kelembapan, hingga melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar matahari.

Perawatan kulit yang tepat membantu mencegah berbagai masalah seperti jerawat, kulit kusam, penuaan dini, serta menjaga skin barrier tetap kuat sehingga kulit terlihat lebih sehat dan terawat.

Produk perawatan kulit pun terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari cleanser, toner, moisturizer, sunscreen, serum, essence, spot treatment, hingga masker. Banyaknya produk ini membuat kebanyakan orang, terutama pria, menganggap skincare sebagai sesuatu yang rumit, ribet, dan merepotkan.

Hal inilah yang membuat mereka memilih mengabaikan perawatan kulit wajah. Menariknya, meskipun tidak menggunakan skincare, sebagian pria merasa wajahnya tetap baik-baik saja.

Dari sinilah muncul anggapan bahwa kulit pria lebih tebal dari wanita sehingga tidak membutuhkan skincare. Akan tetapi, benarkan pria tidak perlu melakukan perawatan kulit dan hanya wanita yang membutuhkannya?

Benarkah Kulit Wajah Pria Lebih Tebal dari Wanita?

Ilustrasi pria berjerawat

Ilustrasi Wajah Pria. (FOTO/iStockphoto)

Meskipun tak sedikit pria yang mengalami permasalahan di wajah seperti jerawat, kulit kering, hingga kusam, tak bisa dipungkiri jika kulit pria selalu dianggap lebih “badak” dibandingkan wanita. Faktanya, kulit wajah pria ternyata memang lebih tebal dari kaum hawa.

Hal ini diungkap dalam sebuah jurnal penelitian berjudul Application of High-Frequency Ultrasound to Assess Facial Skin Thickness in Association with Gender, Age, and BMI in Healthy Adults.

Penelitian ini menunjukkan bahwa lapisan kulit luar (epidermis) dan lapisan kulit dalam (dermis) pada pria cenderung lebih tebal dibandingkan wanita. Namun, baik wanita maupun pria, ketebalan kulitnya diketahui dapat menurun akibat faktor usia.

Hasil serupa juga ditunjukkan oleh jurnal The Influence of Gender and Age on the Thickness and Echo-Density of Skin. Penelitian ini melibatkan 17 wanita dan 13 pria untuk mengukur ketebalan dan tingkat kepadatan lapisan kulit, termasuk di area pipi dan leher.

Pengujian dilakukan menggunakan high frequency ultrasonography (HFUS). Hasilnya, lapisan kulit luar dan lapisan kulit dalam pada pria diketahui lebih tebal dibandingkan wanita, terutama di area leher dan punggung kaki.

Dari berbagai hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kulit pria memang lebih tebal dibandingkan dengan wanita. Namun, ketebalan kulit cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan penurunan ketebalan ini tidak mengenal gender.

Perbedaan Struktur Kulit Pria dan Wanita secara Ilmiah

Ilustrasi Skincare Pria

Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Tak hanya soal ketebalan, kulit pria dan wanita ternyata memiliki perbedaan dari berbagai aspek, mulai dari hidrasi, sebum, pH, hingga elastisitas. Berikut penjelasannya berdasarkan jurnal Male Versus Female Skin: What Dermatologists and Cosmeticians Should Know:

1. Tingkat Hidrasi

Sebuah studi dari Jerman menunjukkan bahwa pria muda umumnya memiliki tingkat kelembapan kulit lebih tinggi dibandingkan wanita. Namun, seiring bertambahnya usia, kelembapan kulit pria cenderung menurun, sementara pada wanita justru relatif stabil atau sedikit meningkat.

Di sisi lain, penelitian di China justru menemukan bahwa secara umum kulit wanita memiliki tingkat hidrasi yang lebih baik dibandingkan kulit pria. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kulit pria sering dianggap lebih “kuat”, kulit wanita secara umum memiliki tingkat kelembapan yang lebih baik.

2. Transepidermal Water Loss (TEWL)

TEWL adalah ukuran jumlah air yang hilang dari kulit melalui lapisan terluar (epidermis) dan digunakan sebagai indikator kesehatan skin barrier. Semakin rendah TEWL, maka skin barrier dianggap bekerja dengan baik, begitu pun sebaliknya.

Terkait TEWL, sejumlah penelitian menemukan bahwa tidak ada perbedaan berarti antara pria dan wanita, tapi ada juga studi yang menunjukkan perbedaan tergantung usia. Pada usia di bawah 50 tahun, TEWL pada pria cenderung lebih rendah dibandingkan wanita.

Hal ini menandakan bahwa fungsi skin barrier pria relatif lebih kuat. Seiring bertambahnya usia, perbedaan ini semakin mengecil, bahkan pada usia tertentu, pria justru menunjukkan TEWL lebih tinggi di beberapa area wajah dan leher.

Meski hasil penelitian beragam, secara umum banyak studi menyimpulkan bahwa perbedaan TEWL antara pria dan wanita tidak terlalu mencolok dalam kondisi kulit normal.

3. Sebum

Sebum adalah minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous di kulit dan berfungsi untuk menjaga kelembapan. Berbagai penelitian menunjukkan hasil yang beragam terkait produksi sebum pada kulit pria dan wanita.

Beberapa studi menemukan bahwa jumlah sebum pada pria dan wanita relatif sama, misalnya pada penelitian yang dicantumkan dalam jurnal Gender-Related Differences in the Physiology of the Stratum Corneum.

Meski demikian, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa kadar sebum pada pria lebih tinggi di beberapa area wajah, kecuali di dahi, di mana wanita justru memiliki kadar sebum yang lebih tinggi.

Bahkan, pada rentang usia remaja hingga dewasa, sebum di area dahi umumnya lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Selain itu, seiring bertambahnya usia, kadar sebum pada pria cenderung lebih stabil, sementara pada wanita justru menurun secara bertahap.

Secara umum, pria diketahui memiliki produksi sebum yang lebih tinggi dan ukuran pori yang lebih besar dibandingkan wanita.

4. Kolagen dan Ketebalan Kulit

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kolagen memegang peranan penting dalam ketebalan kulit dan perubahan kulit seiring bertambahnya usia.

Pada pria, ketebalan kulit mulai berkurang sejak usia dewasa muda, sedangkan pada wanita penipisan kulit cenderung terjadi lebih lambat dan baru terlihat jelas setelah memasuki usia paruh baya.

Penurunan ketebalan kulit ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kolagen, yang merupakan komponen utama penopang struktur kulit.

5. pH

Sejumlah studi menunjukkan hasil yang berbeda terkait pH kulit pada pria dan wanita. Jurnal The Use of Non-Invasive Instruments in Characterizing Human Facial and Abdominal Skin melaporkan bahwa pH kulit pria cenderung lebih asam dibandingkan wanita.

Namun, penelitian lain justru tidak menemukan hubungan yang jelas antara pH kulit dengan jenis kelamin. Secara keseluruhan, para peneliti sepakat bahwa jenis kelamin memiliki pengaruh kecil terhadap pH permukaan kulit.

Perbedaan kecil yang muncul dalam beberapa studi diduga lebih dipengaruhi oleh kebiasaan perawatan kulit dan penggunaan kosmetik daripada faktor biologis murni.

6. Elastisitas Kulit

Beberapa studi menemukan bahwa elastisitas kulit wanita sedikit lebih tinggi dibandingkan pria, tapi perbedaannya juga tidak cukup besar untuk dianggap signifikan.

Penelitian lain bahkan menyimpulkan bahwa elastisitas kulit tidak berkaitan langsung dengan jenis kelamin, kecuali di area tertentu seperti perut, dan di area tersebut kulit wanita menunjukkan elastisitas dan kekakuan yang sedikit lebih tinggi.

Apakah Kulit Pria Jadi Lebih Kuat dan Tidak Butuh Skincare?

Ilustrasi Skincare Pria

Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Secara ilmiah, kulit pria dan wanita memang memiliki beberapa perbedaan, bahkan kulit pria memang lebih tebal dari kulit wanita. Namun, hal ini bukan berarti kulit pria tidak butuh perawatan atau skincare.

Perbedaan struktur kulit ini justru menunjukkan kebutuhan skincare yang berbeda, bukan kebutuhan yang lebih sedikit. Kulit yang lebih tebal dan produksi minyak yang tinggi dapat membuat kulit pria lebih rentan terhadap pori tersumbat, jerawat, dan iritasi, terutama setelah bercukur.

Selain itu, paparan lingkungan seperti sinar UV dan polusi tetap dapat merusak kulit jika tidak dilindungi dengan rutin, misalnya dengan sunscreen. Jadi, kulit pria tetap memerlukan skincare karena perawatan kulit tidak mengenal gender.

Basic skincare seperti pembersih, pelembap, dan tabir surya sangat dibutuhkan oleh kulit, baik pria maupun wanita, demi menjaga fungsi kulit sebagai pelindung utama tubuh.

Mengabaikan perawatan justru dapat mempercepat penuaan, timbulnya jerawat, atau masalah kulit lainnya. Jadi, kulit pria memang berbeda dari kulit wanita, tapi bukan berarti tak butuh skincare sama sekali, tapi memerlukan perawatan yang sesuai dengan karakteristik kulit pria.

Masalah Kulit yang Sering Dialami Pria

Ilustrasi pria berjerawat

Ilustrasi Masalah Kulit Pria. (FOTO/iStockphoto)

Kulit pria yang lebih tebal dan dianggap lebih tahan banting dibandingkan wanita tetap tidak terbebas dari berbagai permasalahan. Mulai dari kulit kusam hingga jerawat, berikut beberapa masalah kulit yang sering dialami oleh pria:

1. Jerawat dan Pori-Pori Tersumbat

Jerawat adalah salah satu masalah yang paling umum terjadi pada kulit dan tidak mengenal jenis kelamin. Mengingat produksi minyak (sebum) pria juga tinggi, maka pria pun bisa mengalami masalah yang satu ini.

Produksi minyak yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan memicu peradangan sehingga muncul jerawat di wajah maupun area tubuh lainnya. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada remaja, tapi juga pria dewasa.

2. Iritasi dan Luka Akibat Bercukur

Pria rentan mengalami iritasi kulit setelah bercukur. Iritasi seperti ini umum terjadi di area berjenggot dan bisa diperparah oleh bakteri jika tidak dirawat.

Teknik mencukur atau penggunaan pisau yang kurang tepat bisa menyebabkan iritasi. Tak hanya iritasi biasa, pria juga bisa mengalami rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair) akibat cara bercukur yang tidak tepat.

3. Kulit Kusam dan Tekstur Tidak Merata

Kulit pria yang cenderung lebih berminyak karena produksi sebum tinggi juga berisiko tampak kusam, berminyak, dan tidak rata. Penumpukan sel kulit mati, polusi, dan kurangnya eksfoliasi dapat membuat wajah tampak kurang cerah. Hal ini bisa semakin parah jika pria tidak mau menyentuh skincare.

4. Pori-Pori Besar

Penelitian sudah menunjukkan bahwa pria memiliki tingkat produksi sebum yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Kulit pria juga cenderung lebih berminyak, terutama di area wajah dan leher. Produksi minyak yang tinggi membuat pori-pori terlihat besar, membuat tampilan wajah tidak mulus dan tekstur kulit tampak tidak merata.

Dampak Jika Pria Tidak Menggunakan Skincare Sama Sekali

Ilustrasi Skincare Pria

Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Banyak pria masih menganggap bahwa skincare adalah kebutuhan sekunder atau bahkan hanya untuk wanita. Padahal, kulit adalah organ terbesar tubuh yang berfungsi sebagai benteng pertahanan pertama melawan polusi, sinar UV, hingga bakteri.

Mengabaikan perawatan kulit bukan hanya soal penampilan, tapi juga soal kesehatan jangka panjang. Berikut adalah dampak yang akan terjadi jika pria tidak menggunakan skincare sama sekali:

1. Wajah Semakin Kusam

Tanpa proses pembersihan yang rutin, sel kulit mati akan terus menumpuk di permukaan wajah dan tidak terangkat dengan sempurna. Dampaknya adalah wajah akan terlihat kusam, tidak bercahaya, tidak segar, dan terkesan lelah meskipun sudah beristirahat.

Selain itu, penumpukan sel kulit mati ini dapat membuat tekstur kulit terasa kasar saat disentuh karena regenerasi kulit terhambat oleh lapisan kotoran yang mengendap.

2. Risiko Jerawat dan Komedo Akibat Pori-Pori Tersumbat

Pria memiliki produksi sebum yang cenderung lebih tinggi. Jika tidak dibersihkan dengan cleanser atau facial wash, minyak berlebih ini akan bercampur dengan debu dan polusi, menyumbat pori-pori, dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab jerawat.

3. Kulit Menjadi Lebih Berminyak

Banyak pria salah kaprah dengan menganggap kulit berminyak tidak butuh pelembap. Padahal, tanpa penggunaan pelembap, kulit bisa mengalami dehidrasi. Sebagai kompensasi atas kekeringan tersebut, kulit justru akan memproduksi minyak lebih banyak lagi untuk melindungi dirinya sendiri.

Akibatnya, kulit semakin berminyak dan bisa timbul permasalahan lain seperti wajah yang tampak kusam hingga mudah berjerawat.

4. Penuaan Dini

Paparan sinar matahari menjadi salah satu penyebab rusaknya kolagen dan elastin pada kulit. Tanpa skincare dasar seperti pelembap dan tabir surya, garis-garis halus di sekitar mata dan dahi akan muncul lebih cepat dari usia seharusnya.

Dalam jangka panjang, kulit akan kehilangan elastisitasnya, tampak kendur, dan membuat kerutan permanen yang sulit dihilangkan bahkan dengan skincare sekalipun.

5. Munculnya Flek Hitam dan Hiperpigmentasi

Dampak jangka panjang yang paling nyata dari absennya penggunaan skincare (terutama tabir surya) adalah munculnya noda hitam atau sun spots. Sinar ultraviolet (UV) memicu produksi melanin secara berlebihan yang kemudian menjadi bercak gelap di wajah.

Tanpa bantuan produk pencerah atau pelindung seperti sunscreen, noda-noda ini akan semakin menebal dan membuat warna kulit wajah terlihat "belang" dan tidak terawat.

6. Meningkatnya Risiko Kanker Kulit

Kanker kulit adalah dampak jangka panjang yang paling serius, tapi sayangnya sering diabaikan. Paparan sinar UV secara terus-menerus tanpa perlindungan dari sunscreen dapat merusak DNA sel kulit yang bisa berujung pada penyakit kanker seperti karsinoma atau melanoma.

Skincare Dasar yang Tetap Dibutuhkan Kulit Pria

Ilustrasi Skincare Pria

Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Produk perawatan kulit terdiri dari berbagai jenis, tapi ada beberapa yang wajib digunakan dan tak boleh dilewatkan, yaitu basic skincare. Basic skincare adalah rangkaian perawatan kulit paling dasar yang bertujuan untuk menjaga kebersihan, kelembapan, serta perlindungan kulit agar tetap sehat.

Berikut skincare dasar yang dibutuhkan oleh kulit pria dan tak boleh diabaikan:

1. Pembersih Wajah (Cleanser)

Pembersih wajah membantu mengangkat sebum berlebih, kotoran, dan polusi yang menumpuk di kulit sepanjang hari. Kulit pria cenderung memproduksi lebih banyak minyak daripada kulit wanita sehingga membersihkan wajah penting untuk mencegah pori-pori tersumbat dan jerawat.

Namun, agar tidak mengiritasi kulit dan tetap terjaga kelembapannya, membersihkan wajah menggunakan cleanser atau facial wash disarankan cukup dua kali dalam sehari.

2. Pelembap (Moisturizer)

Walaupun pria sering merasa kulitnya “berminyak”, kulit tetap membutuhkan hidrasi. Pelembap membantu menjaga barrier kulit agar tetap sehat dan mencegah kekeringan dan iritasi. Pelembap juga penting untuk mencegah air menguap dari kulit dan memperkuat fungsi pelindungnya.

3. Tabir Surya (Sunscreen)

Perlindungan terhadap sinar UV adalah salah satu langkah skincare yang paling penting untuk mencegah penuaan dini, noda hitam, hingga kanker kulit, terutama mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Pilih sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, bahkan saat mendung atau tidak terik sekalipun. Sunscreen membantu mengurangi risiko kerusakan DNA kulit akibat sinar UV.

Rekomendasi Produk Skincare Praktis untuk Pria

Ilustrasi Skincare Pria

Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Terdapat beberapa produk skincare yang bisa digunakan oleh pria untuk menjaga kesehatan kulitnya. Jika masih bingung memilih, kini sejumlah brand sudah menyediakan versi bundle atau paket skincare yang lebih simpel. Berikut beberapa rekomendasi paket skincare pria yang bisa dicoba:

1. Garnier Men Value Skincare Set: Paket Bright + UV Gel

Paket skincare dari Garnier ini berisi 1 set perawatan kulit yang simpel dan terdiri dari 2 jenis produk, yaitu Garnier Men Turbobright Foam dan Garnier Super UV Cooling Watergel Sunscreen.

Garnier Men Turbobright Foam merupakan cleanser dengan sensasi dingin yang efektif membersihkan kotoran. Pembersih muka khusus pria ini juga mampu mengontrol minyak berlebih hingga 12 jam dan membuat segar seharian.

Sementara Garnier Super UV Cooling Watergel Sunscreen merupakan tabir surya yang sudah diperkaya dengan kandungan pelembap untuk menjaga hidrasi kulit. Dilengkapi dengan SPF 50+ PA++++, sunscreen ini mampu memberikan perlindungan maksimal pada kulit wajah.

Paket skincare dari Garnier ini bisa dibeli dengan harga sekitar Rp70.000–Rp80.000.

2. Kahf Bundle 4IN1 Paket Perawatan Wajah - NEW! Bright Amino

Paket skincare pria berikutnya datang dari Kahf yang sudah terdiri dari 4 produk. Awali cuci muka dengan Bright Revitalizing Amino Gel Face Wash, cleanser dengan pH rendah yang cocok untuk semua jenis kulit.

Perawatan bisa dilanjutkan dengan All-in-One Power Toning Face Spray, toner khusus pria yang bisa menyegarkan sekaligus menghidrasi. Setelah itu, gunakan Brightening and Texture Refining Face Serum yang bisa mengatasi wajah kusam.

Untuk pagi dan siang hari, jangan lupa gunakan Triple Protection Sunscreen Moisturizer SPF 30 PA+++, pelembap sekaligus tabir surya yang bisa memberikan perlindungan menyeluruh. Keempat produk ini bisa didapatkan sekaligus dengan harga sekitar Rp215.000–Rp240.000.

3. HAUFF Brightening Complete Package

HAUFF menghadirkan rangkaian skincare harian yang dirancang khusus untuk pria aktif. Paket ini terdiri dari HAUFF Deep Clean & Brightening Face Wash, HAUFF Brightening & Anti-Acne 2in1 Serum, serta HAUFF 2in1 Face Moisturizer with Sunscreen.

Seluruh produk ini bekerja sama untuk membersihkan kulit secara menyeluruh, membantu mencerahkan wajah kusam, menyamarkan noda hitam, meratakan warna kulit, mengurangi hiperpigmentasi, serta membantu mencegah jerawat.

Dilengkapi perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB, rangkaian ini juga membantu menjaga kulit tetap terlindungi selama beraktivitas di luar ruangan. Dengan pemakaian rutin, kulit wajah terasa lebih bersih, cerah, dan terlindungi sepanjang hari sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Paket skincare HAUFF ini bisa didapatkan di kisaran harga Rp190.000–Rp200.000.

4. HIS ERHA Mantools Set - Acne Tools

ERHA turut menyediakan paket skincare khusus pria, terutama mereka yang memiliki masalah jerawat. Paket Acne Tools terdiri dari tiga produk pilihan, yaitu HIS ERHA Gentle Acne Essence All In One with Zinc Gluconate & Salicylic Acid, HIS ERHA Acne Guard Cream, dan HIS ERHA Gentle Acne Facial Wash.

Produk-produk ini mengandung berbagai bahan yang dirancang untuk melawan jerawat sekaligus melembapkan dan memperbaiki kondisi kulit. Dengan pemakaian rutin, jerawat bisa berkurang dalam waktu sekitar 7 hari. Dapatkan paket skincare ini dengan harga sekitar Rp240.000–Rp250.000.

5. ELVICTO Paket Expert

Paket skincare pria berikutnya datang dari ELVICTO. Paket skincare ini sudah mencakup 4 produk sekaligus, yaitu facial wash (Hydrating Gentle/Anti Acne/Deep Bright/Bright Scrub), Brightening+ Serum, Bright Up Moisturizer+, dan Sunscreen Expert 50+ PA+++.

Pemilihan sabun pembersih muka bisa disesuaikan dengan kondisi kulit. Secara keseluruhan, paket skincare yang satu ini mampu membersihkan, mencerahkan, serta melindungi kulit agar tetap sehat. Paket skincare pria dari ELVICTO ini bisa dibeli di kisaran harga Rp390.000–Rp445.000.

Demikian penjelasan tentang serba-serbi kulit pria, permasalahan yang umum dialami, serta rekomendasi skincare yang layak untuk dicoba. Dengan memahami karakteristik kulit dan kebutuhan dasarnya, perawatan wajah tidak lagi dipandang sebagai hal yang rumit, melainkan sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dan penampilan.

Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani