Menuju konten utama

BEI Umumkan Pjs Dirut Pengganti Iman Rachman Senin

Jeffrey mengatakan, penunjukan penjabat sementara Dirut BEI itu dilakukan melalui rapat direksi internal dan enggan menaggapi kabar menjadi Pjs Dirut BEI.

BEI Umumkan Pjs Dirut Pengganti Iman Rachman Senin
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026). tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengumumkan penjabat sementara Direktur Utama BEI pada Senin (2/2/2026). Pengisian sementara dipastikan dilakukan sebelum Senin (2/2/2026) usai Dirut sebelumnya, Iman Rachman, mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026) kemarin.

“Iya [sebelum hari Senin sudah diumumkan],” kata Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).

Jeffrey menambahkan, penunjukan penjabat sementara Dirut BEI itu dilakukan melalui rapat direksi internal. Pengusulan nama itu juga sudah disepakati oleh Dewan Komisaris.

“Melalui mekanisme internal di Bursa Efek Indonesia juga sudah dilakukan rapat direksi untuk menunjuk Pejabat Direktur Utama dan sudah disetujui oleh Dewan Komisaris,” ujar Jeffrey.

Meski begitu, hingga saat ini, ia belum mengungkapkan siapa nama pejabat dirut sementara itu.

Ketika ditanya kemungkinan dirinya ditunjuk sebagai pejabat dirut sementara, ia juga tidak menanggapi lebih lanjut.

“Ditunggu aja [siapa namanya],” ucapnya singkat.

Sebagai informasi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini dia sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab langsung atas gejolak hebat yang melanda pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir.

"Saya sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama bursa efek Indonesia," katanya dam konferensi pers di BEI, Jumat (30/1/2026).

Keputusan ini muncul di tengah tekanan pasar yang melanda pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami trading halt (penghentian perdagangan sementara) selama dua hari berturut-turut setelah anjlok hingga 8 persen dalam sehari.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Insider
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher